News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tegur Kepala Sekolah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Lihat Lingkungan SMKN 2 Subang yang Kurang Terawat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak habis pikir melihat kondisi lingkungan di SMKN 2 Subang, di mana sampah bertebaran seperti kurang dijaga kebersihannya.
Minggu, 24 Mei 2026 - 04:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tegur kepala sekolah SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com -  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM terkejut ketika melihat langsung lingkungan SMKN 2 Subang yang kurang menjaga kebersihan sekolah.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi sampai menegur kepala sekolah yang dianggap kurang memberi perhatian terhadap lingkungan sekolahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 2 April silam, Dedi Mulyadi mengadakan sidak ke SMKN 2 Subang.

Rencana awalnya, KDM hendak disambut oleh para siswa SMKN 2 Subang. Akan tetapi, yang terjadi setelah Dedi Mulyadi tiba, semuanya berubah seketika.

Sesampainya di SMKN 2 Subang, mantan Bupati Purwakarta tersebut mendapat kondisi lingkungan sekolah yang kurang menjaga kebersihan sejak masuk gerbang.

Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menolak sambutan yang diberikan siswa-siswi SMKN 2 Subang. Menurutnya, kebersihan sekolah lebih penting.

“Enggak usah disambut. Disambutnya oleh lingkungan yang bersih. Enggak usah dihormat-hormat,“ tegas KDM.

“Cara menghormati Gubernur Jawa Barat adalah sekolahnya bersih. Itu cara menghormati,” paparnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Sambil melipir ke penjuru SMKN 2 Subang, Dedi Mulyadi menuturkan bahwa ia tidak merasa dihormati dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih.

“Walaupun baris hormat saya, lingkungannya tidak bersih, saya tidak dihormati. Sudah bersih-bersih belum?” jelas Dedi Mulyadi.

KDM lalu melanjutkan sidaknya ke penjuru sekolah hingga kemudian tiba di ruang belakang kelas X SMKN 2 Subang. Di sana, ia melihat sesuatu yang tak terduga.

Yakni banyaknya sampah berserakan di tempat yang tidak semestinya. Dedi Mulyadi pun menyuruh siswa-siswi untuk membersihkan lokasi tersebut.

“Coba dicek deh belakang kelasnya kotor enggak? Sini dicek dulu. Dicek kotor. Dicek kotor enggak? Kotor enggak? Ayo, Taruna. Kotor enggak? Ayo,” ajak KDM.

Gubernur Jawa Barat itu beralasan kalau budaya di Jepang adalah menjaga kebersihan. Sebagai informasi, para murid SMKN 2 Subang nantinya punya program magang ke negara tersebut.

“Kamu nanti sekolah di Jepang terbiasa dengan budaya di sini,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tegur kepala sekolah SMKN 2 Subang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tegur kepala sekolah SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Dedi Mulyadi kemudian diajak berkeliling oleh kepala sekolah SMKN 2 Subang bernama Bapak Deden. KDM pun memberikan teguran keras kepada sang kepsek.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AS-Saudi Serang Irak, PM Irak Gelar Pertemuan Dewan Keamanan

AS-Saudi Serang Irak, PM Irak Gelar Pertemuan Dewan Keamanan

Menanggapi serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Saudi terhadap fasilitas milisi Syiah, Perdana Menteri Irak Ali Faleh Al-Zaidi akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional pada Rabu. Pernyataan ini dilansir dari Badan Keamanan pemerintah Irak.
Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Pemerintah menarget penataan ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis selesai sebelum 5 Agustus 2026. Daerah dengan stunting, ibu hamil, dan balita akan jadi prioritas pertama.
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Trending

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di media sosial @wargajakarta.id sebuah video memperlihatkan tukang martabak mini menjadi korban pencurian.
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) mendadak didatangi tamu berupa 35 personel militer yang berasal Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Australia.
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT