Sosok yang Diungkit Jaksa dalam Sidang Kasus Korupsi Jalur Kereta Diduga Seret Gus Miftah, Pernah Dihina dan Viral
- YouTube/GusYusufChannelTegalrejo
Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah kembali menggegerkan publik. Namanya disebut dalam sidang dugaan kasus korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Nama Gus Miftah menggema di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026). Di dalam sidang kasus proyek jalur ganda kereta api Solo-Semarang 1 (JGSS), Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap temuan dugaan aliran dana sebesar Rp100 juta diterima Gus Miftah.
Dugaan penerimaan aliran dana tersebut terjadi saat memeriksa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek JGSS. Dheki Martin sebagai saksi dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Selain berbicara fakta dari kasus ini, salah satu menarik perhatian publik saat jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Dheki. Di dalamnya berisi tentang keterangan pemberian uang dari dana proyek sehingga membuat sosok ini diungkit jaksa.
Siapa Sosok Diungkit Jaksa saat Singgung Gus Miftah?
Momen ini bermula saat Dheki tidak menepis isi BAP yang telah dibacakan oleh jaksa. Jaksa sempat menyangkutkan nama Gus Miftah saat mengonfirmasi identitas penerima aliran dana.
Jaksa menjadi teringat dengan peristiwa Miftah yang sempat mengguncang kehebohan publik. Sosok dalam peristiwa viral tersebut tak lepas dari penjual es teh bernama Sunhaji.
"Gus Miftah itu yang kemarin sempat ramai gara-gara penjual es?," tanya jaksa kepada Dheki dikutip tvOnenews.com, Rabu (15/7/2026).
Dheki tidak membantah nama Miftah tak lepas dari peristiwa yang melibatkan penjual es teh. Sebab, kehebohan yang terjadi dalam sebuah pengajian viral di media sosial.
"Iya," jawab Dheki.
Pertanyaan ini tentu mengingatkan dengan penghinaan serta caci maki diucapkan Gus Miftah kepada penjual es teh. Peristiwa ini berlangsung di sebuah acara kajian di Magelang, Rabu (20/11/2024).
Menggemanya nama penjual es teh membuat publik geger. Tak sedikit ingin mengetahui lebih dalam terkait sosok Sunhaji.
Mengulas Penjual Es Teh Dihina Gus Miftah
- Kolase Tim tvOnenews
Nama Sunhaji sempat menggegerkan publik. Ia yang hanya sebatas penjual es teh pernah menjadi korban kasus penghinaan berbalut kelakar oleh Gus Miftah.
Peristiwa tersebut terjadi pada akhir tahun 2024. Miftah menjadi salah satu pembicara dalam sebuah acara tablig akbar atau sholawat digelar di Lapanngan Drh. Soepardi, Sawitan, Magelang, Jawa Tengah.
Di tengah acara, seorang penjual es teh keliling terlihat berdiri di antara jemaah. Ia terekam sambil memikul dagangannya dengan menawarkan es teh kepada para jemaah yang hadir.
Jemaah yang hadir sempat meminta Gus Miftah memborong habis dagangan es teh dijual Sunhaji. Akan tetapi, sang pendakwah merespons dengan penghinaan sambil mengatakan, "Es tehmu sih akeh (masih banyak) enggak?."
Sunhaji menjawab masih ada. Sayangnya Miftah melontarkan umpatan kasar sambil tertawa dengan mengatakan, "Ya sana jual gobok. Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir."
Gelombang kritik hingga kecaman terus menghantam Gus Miftah. Pendakwah itu dinilai arogan dan seolah merendahkan rakyat kecil dan pedagang kaki lima sehingga harus kehilangan jabatan publiknya.
Mengenal Sosok Sunhaji Penjual Es Teh yang Pernah Viral
- Antara
Sunhaji pun banjir simpati publik. Hal ini membuat kisah penjual es teh yang diolok-olok Miftah terungkap dan berhasil menggetarkan hati masyarakat Indonesia.
Saat ditemui awak media pada 2024, Sunhaji menceritakan tentang dirinya. Ia yang saat itu masih berusia 38 tahun mengungkapkan bahwa dirinya mulanya bekerja sebagai tukang kayu.
Sunhaji terpaksa mengakhiri pekerjaan tukang kayu. Ia memililh sebagai penjual es teh lantaran akibat mengalami cedera di bagian tangan pada 2023.
Sunhaji melakukan kesehariannya berjualan es teh di berbagai event pengajian maupun sholawatan. Tak ayal, ia memilih acara yang menghadirkan Miftah sebagai upaya menafkahi dan kedua anaknya.
Kedua anak Sunhaji saat itu masih duduk di bangku SD dan SMP. Sementara, ia tinggal di rumah mertuanya di Gesari, Banyusari, Magelang, Jawa Tengah.
Selain itu, kesabaran Sunhaji saat mendapat penghinaan berbuah hasil manis. Tidak hanya banjir rezeki, penjual es teh tersebut juga mendapat tawaran umrah hingga beasiswa untuk anaknya.
(hap)
Load more