Dituding Mangkir Panggilan, Anak Mama Ghufron Blak-blakan MUI Malang telah ke Ponpes, Sebut Tak Ada Masalah soal Agama
- Kolase tangkapan layar YouTube Ponpes UNIQ Nusantara & ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Utang Ranuwijaya menyebut MUI Kabupaten Malang ingin bertemu dengan Abuya Mama Ghufron.
Prof Utang menyampaikan MUI Kabupaten Malang ingin berkomunikasi mengingat Abuya Mama Ghufron dianggap telah menimbulkan kontroversi dugaan melencengkan syariat Agama Islam.
"Hadirnya seorang yang sangat kontroversial yang sangat meresahkan masyarakat. MUI Malang juga telah berupaya untuk bertemu dengan Mama Ghufron, tapi yang bersangkutan tidak menghadiri undangan tersebut," ujar Prof Utang dikutip tvOnenews.com, Sabtu (13/7/2024).
Terkini, anak Abuya Mama Ghufron, KH. Abdul Mujib memberikan responsnya perihal rencana MUI Kabupaten Malang ingin menyambangi ayahnya.
Abdul Mujib mengungkap secara fakta bahwa pihak MUI Kabupaten Malang sudah pernah bertemu dengan Mama Ghufron di Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
![]()
Sosok Abuya Mama Ghufron (kiri) dan sang anak, KH. Abdul Mujib (kanan). (Kolase tangkapan layar YouTube Ponpes UNIQ Nusantara & tvOne)
"Mohon maaf sebenarnya sudah dari perwakilan MUI Malang sudah tabayun ke sini," ungkap Abdul Mujib melalui panggilan video di Program APA KABAR INDONESIA tvOne dikutip, Sabtu.
Mujib menjelaskan MUI Kabupaten Malang sudah banyak mengetahui tentang ajaran-ajaran yang menjadi pemahaman Abuya Mama Ghufron selama mengajar di ponpes miliknya.
Hal ini mengingat publik terus memberikan sorotan menohoknya bahwa ajaran disampaikan Mama Ghufron dinilai kontroversi hingga dituding melenceng dari syariat Agama Islam.
Namun, ia menegaskan bahwasanya MUI Malang telah mendengar dari penjelasan para ustaz dan pengurus Ponpes UNIQ Nusantara terkait klarifikasi pemahaman yang disorot publik telah menyesatkan.
"(MUI Kabupaten Malang) beliau dengan dikasih penjelasan para ustaz, beliau bilangnya cukup terima kasih dari dulu enggak ada apa-apa kok. Saya juga mengucapkan terima kasih gitu," ngakunya.
Kemudian, ia menyoroti perihal banyak video yang beredar menuding ajaran ayahnya diduga sesat.
Anak ahli tarekat itu menyinggung soal video disebarkan melalui media sosial dilakukan hanya sepotong tanpa mengetahui keadaan sebenarnya.
Menurutnya, potongan video yang menyebar luas di media sosial sangat berbahaya dan dianggap telah menyudutkan pihaknya terutama kepada Mama Ghufron.
Load more