News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris! Anak Meninggal dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Pesan Buya Yahya Tegas soal Peran Ibu Sambung

Tengah viral di media sosial kisah pilu Nizam yang mengalami luka bakar berujung meninggal dunia.
Selasa, 24 Februari 2026 - 00:53 WIB
Miris! Anak Meninggal dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Pesan Buya Yahya Tegas soal Peran Ibu Sambung
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOne

Jakarta, tvOnenews.com- Tengah heboh kabar anak meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh diduga dianiaya oleh ibu tiri. Kisah pilu Nizam viral dimedia sosial.

Anak tersebut bernama Nizam Syafei atau NS (12) meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2/2026). Ini masih didalami oleh Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nizam asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi itu mengalami sejumlah luka bakar serta memar akibat benda tumpul hampir seluruh bagian tubuhnya.

Miris! Anak Meninggal dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Pesan Buya Yahya Tegas soal Peran Ibu Sambung
Miris! Anak Meninggal dengan Luka Bakar Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Pesan Buya Yahya Tegas soal Peran Ibu Sambung
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/YouTube tvOne

Melihat sang anak, Ayah korban, Awang Satibi, tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dia pun tak habis pikir karena kondisi anaknya sempat dirawat di RS.

Kejanggalan juga disampaikan tim medis yang memeriksa sang anak. Jika anaknya disebut mengalami kekerasan, bukan karena sakit demam sampai melepuh seperti itu.

"Saya tanya istri saya, ‘Ma, ini kenapa kulit si Raja (NS) seperti ini? Dan istri saya jawab ‘Si Raja lagi sakit panas. Kalau sakit panas katanya kulitnya suka begitu kayak kesiram air panas, melembung’,” jelas Awang Satibi, dalam Kabar Siang tvOne. 

"Saya bawa ke rumah sakit terus datang dokter yang kontrol, perempuan dua orang. Di hadapan istri saya pun ada, dia menegaskan ‘Pak, Bu, kami ini medis. Sesakit apapun sakit panas tidak menimbulkan luka seperti ini. Ini ada indikasi sepertinya terjadi kekerasan (kekerasan pada anak),” terang ayah Nizam.

Pandangan Islam soal Peran Ibu Tiri 

Buya Yahya, Al Bahjah
Buya Yahya, Al Bahjah
Sumber :
  • YouTube Al Bahjah TV

Melihat kasus Nizam yang mengalami luka sampai dirawat di Rumah Sakit lalu meninggal dunia. Hal ini memicu perdebatan di medsos.

Jika ditarik dalam pandangan Islam. Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menyampaikan peran ibu tiri dalam Islam atau ibu sambung dalam keluarga, terutama pada anak sambungnya.

Dengan tegas, Buya menegaskan kalau Ibu Tiri harus berperilaku adil. Juga tidak menanamkan rasa dendam maupun benci pada anak-anaknya.

"Kalau kamu tidak bisa menanamkan kebaikan (pada anak), berarti kamu sama saja merusak anakmu sendiri. Sehingga kamu tumbuh dengan pedendam membenci kepada abangnya (anak sambung)," ucapnya dikutip dari YouTube Al Bahjah tv, Selasa (24/2).

Kemudian Buya Yahya juga menegaskan peran ibu sambung juga menjadi cerminan anak-anaknya. Jika tidak mampu membawa kedamaian di antara anak bisa masuk neraka.

Sebagaimana disampaikan Allah Subhana Wa Ta'ala juga memberikan hukuman di akhirat, sebagaimana sabda Rasululloh dalam hadist riwayat Bukhari, yang artinya:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."

"Maka engkau termasuk neraka karena nabi Muhammad telah bersabda..... Orang yang memutus tali persaudaraan tidak akan masuk surga," jelas Buya menyadarkan peran Ibu dalam Islam.(klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

wallahualam 

    

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terduga Pelaku Pembacokan Eks Kopassus di Cakung Masih Berstatus Saksi

Terduga Pelaku Pembacokan Eks Kopassus di Cakung Masih Berstatus Saksi

Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra mengatakan status terduga pelaku pembacokan eks anggota Kopassus di Cakung, Jakarta Timur, masih berstatus sebagai saksi. Keterangannya belum bisa diambil karena masih dalam perawatan di rumah sakit.
Bukan 60 Hektare, Dedi Mulyadi Sebut Luas Area Terdampak Karhutla Gunung Ciremai 30 Hektare dan Targetkan Padam dalam Dua Hari

Bukan 60 Hektare, Dedi Mulyadi Sebut Luas Area Terdampak Karhutla Gunung Ciremai 30 Hektare dan Targetkan Padam dalam Dua Hari

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut luas area terdampak karhutla di Gunung Ciremai tercatat seluas 30 hektare. KDM menargetkan pemadaman total karhutla di Gunung Ciremai rampung dalam rentang waktu dua hari dengan mengerahkan helikopter water bombing dan 500 personel pembersih kanal alami.
Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan mesin mobil sebelum berangkat masih menjadi kebiasaan banyak pengendara, terutama saat kendaraan baru pertama kali digunakan pada pagi hari.
Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar buka suara soal adanya dugaan kesengajaan karhutla yang terjadi di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Dian menyebut penyebab karhutla masih diselidiki. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah memprioritaskan pemadaman agar api tidak meluas.
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 24 Oktober 2026 terpantau stagnan di angka Rp2.540.000 per gram. Begitu juga dengan buyback atau harga beli kembali yang stagnan di angka Rp2.335.00 per gram.
Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa menjelaskan bahwa penghentian pertandingan akibat gangguan keamanan memiliki mekanisme yang perlu dipahami oleh seluruh perangkat pertandingan.

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tim para atletik Indonesia mendapatkan torehan impresif berupa 22 medali dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Hasil ini bahkan membawa Tim Indonesia ke peringkat ke delapan klasemen Asian Para Games 2026 per Jumat (23/10/2026). 
Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Hasil Timnas Indonesia Abroad: Kevin Diks Absen Bela Borussia Monchengladbach Hingga Dean James Bersinar di Liga Belanda

Seharusnya terdapat dua pemain Timnas Indonesia yang membela klub mereka masing-masing dalam laga lanjutan Liga Belanda dan Liga Jerman. 
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
AFC Resmi Geser Piala Asia Ke Tahun Genap, Edisi 2027 Bisa Jadi Turnamen Terakhir Bagi 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 

AFC Resmi Geser Piala Asia Ke Tahun Genap, Edisi 2027 Bisa Jadi Turnamen Terakhir Bagi 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 

AFC akan menggeser Piala Asia sebagai ajang empat tahunan ini ke 2032 dari yang seharusnya digelar 2031. 
Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Polri berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat narkoba sabu-sabu berskala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dimana
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT