Kasum TNI Turun Langsung ke Tapteng-Tapsel, Soroti Krisis Air Bersih hingga Ancaman Banjir
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Selasa (19/5).
Kunjungan itu tak hanya memantau rehabilitasi pascabencana, tetapi juga menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi warga. Mulai dari akses air bersih hingga ancaman banjir yang belum sepenuhnya teratasi.
Dalam kunjungan tersebut, Richard yang juga menjabat Wakil Ketua I Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar meninjau sejumlah titik. Mulai dari perbaikan jalan Tarutung-Sipirok, pembangunan jembatan bailey, hingga lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Salah satu titik yang menjadi perhatian ialah Huntara Rusunawa Pandan, Tapteng. Di lokasi itu, Richard meresmikan bantuan sumur bor dan instalasi air bersih untuk warga terdampak bencana.
Ia mengatakan pembangunan fasilitas air bersih dilakukan setelah menerima laporan dari BPBD terkait kebutuhan paling mendesak warga di lokasi pengungsian.
“Dari masukan BPBD Provinsi dan Kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan,” kata Richard.
Menurut dia, persoalan air bersih menjadi masalah serius bagi warga huntara yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Air bersih adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting. Di sini ada 118 KK yang sebelumnya mengalami kesulitan air. Atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, akhirnya program akses air bersih ini dapat diwujudkan,” ujarnya.
Selain meresmikan fasilitas air bersih, Kasum TNI juga menyerahkan bantuan sembako kepada 105 kepala keluarga penghuni huntara Rusunawa Pandan.
Richard berharap fasilitas sumur bor yang telah dibangun bisa dijaga bersama agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
“Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.
Di sela kunjungan, rombongan juga meninjau pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, serta lahan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana.
Tak hanya soal infrastruktur, Richard turut menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang dinilai masih menjadi ancaman di wilayah Tapteng.
Ia menyebut pemerintah pusat dan daerah tengah menyusun langkah penanganan yang lebih tepat karena hujan dan banjir masih sulit diprediksi.
“Saya bersama tim sudah mengecek langsung kondisi lapangan. Hujan dan banjir masih sulit diprediksi sehingga diperlukan konsep dan langkah penanganan yang tepat,” ungkapnya.
“Kami sudah berdiskusi bersama kementerian terkait, Kemensos, pemerintah daerah, dan seluruh pihak untuk menghasilkan langkah produktif yang segera dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti,” sambung Richard. (dpi)
Load more