News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Menkumham Diduga Monopoli Bisnis Lapas, Mahfud MD: Masalah Sederhana, Cukup Eselon Satu yang Turun Tangan

Menko Polhukam Mahfud MD menganggap isu dugaan monopoli bisnis di Lapas oleh anak Menkumham Yasonna Laoly, Yamitema Laoly, adalah masalah sederhana.
Jumat, 5 Mei 2023 - 04:30 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat di UIN Sunan Kalijaga, Kamis (4/5/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, tvOnenews.com - Menko Polhukam Mahfud MD menganggap isu dugaan monopoli bisnis di Lapas oleh anak Menkumham Yasonna Laoly, Yamitema Laoly, adalah masalah sederhana. Isu itu sebenarnya bisa diselesaikan di level eselon satu.

"Itu kan masalah sederhana ya, saya gak harus turun tangan, itu bisa diselesaikan di tingkat teknis, eselon satu, itu gampang," kata Mahfud ditemui di kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (4/5/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan Mahfud, isu itu sebenarnya sudah dijelaskan oleh Menkumham Yasonna Laoly. Menkumham juga sudah mengatakan jika isu itu tidak benar.

"Kan memang nyebutnya putra seorang menteri, bukan putra Menkumham. Jadi kita gak tahu menterinya siapa yang bisnis," ungkapnya.

Mahfud menyebut dirinya tidak perlu turun tangan terkait isu ini. Apalagi baik korban maupun pelaku yang dituding sudah sama-sama jelas.

"Tapi tetap tindakan ke dalam harus dilakukan, dan itu tidak perlu turun tangan Menko, karena pelakunya yang dituding sudah jelas, korbannya sudah jelas, ya itu urusan yang sangat sederhana, sehingga gak perlu apa-apa Menko turun, apa-apa Menko turun," tegasnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar dugaan monopoli bisnis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dugaan monopoli dilakukan oleh putra Menkumham Yasonna Laoly, Yamitema Laoly.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar itu pertama kali diungkap oleh aktor Tio Pakusadewo saat diwawancarai oleh Uya Kuya. Tio menceritakan pengalamannya saat mendekam di Lapas karena kasus narkoba.

Video wawancara mereka kemudian diunggah akun Twitter @PartaiSocmed dan menuai banyak komentar warganet. (apo/buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mobil Milik Perwira TNI Dilamongan Dirusak Massa Usai Tabrak Pengendara Motor

Mobil Milik Perwira TNI Dilamongan Dirusak Massa Usai Tabrak Pengendara Motor

Komandan kodim 0812 Letnan Kolonel Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa laka lantas yang melibatkan anggotanya.
KPK Akui Suami Bupati Pekalongan Nonaktif Tak Penuhi Pemeriksaan Dugaan TPPU

KPK Akui Suami Bupati Pekalongan Nonaktif Tak Penuhi Pemeriksaan Dugaan TPPU

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dalam upaya merangkai kontruksi hukum dari dugaan TPPU itu.
60 Tahun Mengaspal, Mesin Boxer Legendaris Subaru Ucapkan Selamat Tinggal pada Eropa

60 Tahun Mengaspal, Mesin Boxer Legendaris Subaru Ucapkan Selamat Tinggal pada Eropa

Subaru bersiap hentikan penjualan mobil bermesin pembakaran internal di Eropa paling lambat akhir 2027. Keputusan ini berkaitan dengan penerapan regulasi emisi.
Menang di Nomor 100 Meter Putra T63, Partin Tambah Perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Para Games 2026

Menang di Nomor 100 Meter Putra T63, Partin Tambah Perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Para Games 2026

Sprinter Indonesia, Partin, berhasil menambah perolehan medali emas Indonesia di gelaran Asian Para Games 2026.
Terungkap Ciri-ciri Pemain Keturunan yang Bakal Diproses untuk Timnas Indonesia, Lahir di Jakarta

Terungkap Ciri-ciri Pemain Keturunan yang Bakal Diproses untuk Timnas Indonesia, Lahir di Jakarta

Misteri pemain keturunan calon amunisi Timnas Indonesia mulai terkuak. Lahir di Jakarta, berusia 20 tahun, dan punya sekitar sembilan ribu pengikut Instagram.
Bea Cukai Sumbawa Bongkar Modus Baru Rokok Ilegal, 236 Ribu Batang Diangkut Pakai Truk Berpendingin

Bea Cukai Sumbawa Bongkar Modus Baru Rokok Ilegal, 236 Ribu Batang Diangkut Pakai Truk Berpendingin

Sebanyak 236.000 batang rokok ilegal diamankan dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp353 juta dan potensi kerugian penerimaan negara sebesar Rp177,59 juta.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Satresnarkoba Polresta Sumenep mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggunaan narkotika jenis sabu di salah satu SPPG wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

Tak sekadar mempercantik kendaraan, lima aksesori mobil ini membantu saat darurat, mulai dari aki tekor hingga ban kempes. Simak fungsi dan tips memilihnya.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Selengkapnya

Viral