GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah "Ngos-ngosan" Bayar Utang Whoosh, Ekonom: Jangan Perpanjang Tenor, tapi Minta China Hapus Sebagian Utang

Rencana pemerintah membuka opsi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menangani masalah keuangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) memicu kritik keras.
Senin, 3 November 2025 - 23:24 WIB
Kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Cepi Kurnia

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pemerintah membuka opsi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menangani masalah keuangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) memicu kritik keras.

Pengamat ekonomi dari Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menegaskan penyelamatan finansial Whoosh tidak boleh membebani fiskal negara, melainkan harus menekan pihak China untuk menghapus sebagian utang proyek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Bhima menyebut solusi utama bukan memperpanjang tenor atau skema bailout APBN, melainkan negosiasi debt cancellation kepada China.

“Kereta Cepat (Whoosh) ini solusinya adalah debt cancellation atau penghapusan sebagian utang,” ujarnya, saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (3/11).

Ia bahkan menilai ada persoalan serius pada tahap awal proyek di era pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), dan eks Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang menurutnya layak ditelusuri penegak hukum.

“Ada masalah di pihak pemerintah terutama Presiden Jokowi dan Luhut yang perlu diselesaikan di KPK. Tapi ada tanggung jawab pihak konsorsium China karena proposal dan pelaksanaan proyek sangat berbeda,” tegas Bhima.

Menurutnya, dugaan ketidaksesuaian proposal proyek, termasuk biaya bengkak (cost overrun) dan klaim bunga murah serta penyelesaian proyek cepat, telah merugikan BUMN dan APBN.

“Misalnya soal cost overrun, kemudian iming-iming bunga murah dan pengerjaan cepat, itu merugikan BUMN dan APBN. Solusinya bukan perpanjangan tenor utang, tapi minta pihak China hapus sebagian utang dan bunga,” kata Bhima.

Bhima menekankan bahwa praktik pembatalan utang cukup lazim dalam proyek yang dinilai memiliki kajian kelayakan bermasalah.

“Praktik debt cancellation itu wajar di proyek yang feasibility study-nya bermasalah. Jadi opsi bailout APBN harus ditutup sama sekali, jangan dijadikan bahan negosiasi,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah menunda kelanjutan proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya agar negara tidak terjebak risiko utang lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Opsi paralel adalah menunda pembangunan kereta cepat jakarta surabaya, karena apbn kalau dilibatkan konyol namanya, ini jebakan utang,” tegas Bhima.

Sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah telah mengunci komitmen untuk hadir mencari solusi pendanaan Whoosh, termasuk melalui APBN.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasca Jadi Tahanan Rumah, Nadiem Gunakan Alat Detektor Saat Sidang Tuntutan: Ini Tidak Bisa Dilepas

Pasca Jadi Tahanan Rumah, Nadiem Gunakan Alat Detektor Saat Sidang Tuntutan: Ini Tidak Bisa Dilepas

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengenakan gelang detektor elektronik di pergelangan kaki saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pramono Sebut Jumlah Turis Malaysia ke Jakarta Meningkat, Thamrin City Jadi Incaran

Pramono Sebut Jumlah Turis Malaysia ke Jakarta Meningkat, Thamrin City Jadi Incaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jumlah turis Malaysia yang berkunjung ke Jakarta mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini.
BPJS Ketenagakerjaan-Untirta Teken Kerja Sama, Lindungi Civitas Akademika dan Mahasiswa Magang Lewat Jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan-Untirta Teken Kerja Sama, Lindungi Civitas Akademika dan Mahasiswa Magang Lewat Jamsostek

Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi yang komprehensif dalam mendukung Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komisi XI DPR RI Sebut Persatuan dan Kesatuan Bangsa Modal Utama Hadapi Gunacangan Ekonomi Global

Komisi XI DPR RI Sebut Persatuan dan Kesatuan Bangsa Modal Utama Hadapi Gunacangan Ekonomi Global

Kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini tengah menghadapi tekanan usai nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat hingga penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Polda Metro Bongkar Peredaran Vape Etomidate di Jakut, Empat WN China dan Satu WNI Diciduk

Polda Metro Bongkar Peredaran Vape Etomidate di Jakut, Empat WN China dan Satu WNI Diciduk

Polda Metro Jaya menangkap empat WN China dan satu WNI dalam kasus peredaran narkoba etomidate berbentuk cartridge vape di Jakarta Utara.
Dalam Waktu Dekat, Polisi Bakal Tentukan Nasib Roy Suryo dan Dokter Tifa Soal Fitnah Ijazah Palsu Jokowi

Dalam Waktu Dekat, Polisi Bakal Tentukan Nasib Roy Suryo dan Dokter Tifa Soal Fitnah Ijazah Palsu Jokowi

Polda Metro Jaya bakal menentukan nasib tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral