News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tim Kuasa Hukum Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Hadirkan Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri sebagai Saksi Ahli

Tim kuasa hukum menilai dalam perkara tersebut lebih banyak bertumpu pada keterangan para saksi tanpa didukung bukti ilmiah (scientific evidence) sehingga dibutuhkan ahli psikologi forensik.
Senin, 29 Juni 2026 - 14:46 WIB
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tim kuasa hukum Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, menghadirkan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel dalam persidangan demi menguji kualitas pembuktian yang diajukan penuntut umum. 

Tim kuasa hukum menilai dalam perkara tersebut lebih banyak bertumpu pada keterangan para saksi tanpa didukung bukti ilmiah (scientific evidence) sehingga dibutuhkan ahli psikologi forensik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam persidangan tersebut, Reza Indragiri menjelaskan bahwa apabila suatu ucapan masih bersifat multitafsir atau tidak memiliki makna yang definitif, maka syarat awal untuk menyimpulkan adanya ancaman atau pemaksaan tidak terpenuhi dan klaim adanya ancaman atau pemaksaan menjadi gugur. 

"Terdapat beberapa lapisan penilaian dalam mengidentifikasi unsur ancaman, namun apabila lapisan pertama tidak terpenuhi, maka penilaian tidak perlu dilanjutkan ke lapisan berikutnya," katanya.

Pengacara Abdul Wahid, Kemal Shahab, mengatakan kehadiran ahli psikologi forensik sangat relevan karena cabang keilmuan tersebut dapat menilai perilaku, persepsi, dan kualitas keterangan saksi maupun terdakwa.

"Hal itu penting dalam perkara yang pembuktiannya sangat bergantung pada kesaksian seperti perkara Abdul Wahid," ujarnya pada Minggu (28/6/2026).

Kemal menilai sejumlah saksi yaitu para Kepala UPT Dinas PUPRPKPP memberikan penafsiran terhadap pernyataan Abdul Wahid dalam berbagai rapat sebagai bentuk ancaman atau pemaksaan. 

Beberapa kalimat yang dipersoalkan antara lain "Matahari Satu", "Satu Komando", "Ikuti kata kadis", serta "Kadis bilang ganti saya akan ganti. Apabila tidak mengikuti perintah kadis saya evaluasi."

Namun, lanjut Kemal, terdapat para saksi lain yang hadir dalam rapat yang sama dan tidak menganggap pernyataan tersebut sebagai ancaman maupun pemaksaan. 

Perbedaan penafsiran itulah yang, menurutnya, salah satu yang menjadi alasan penting dihadirkannya ahli psikologi forensik.

Tim kuasa hukum Abdul Wahid berpendapat unsur "memaksa" yang menjadi inti delik dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak terbukti. Karena itu, mereka meminta majelis hakim membebaskan Abdul Wahid dari dakwaan pemerasan dalam jabatan.

Selain membahas unsur pemaksaan, Reza juga menyampaikan pandangannya mengenai kualitas alat bukti berupa keterangan saksi. 

Menurutnya, dalam perspektif psikologi forensik, ingatan manusia memiliki keterbatasan sehingga kesaksian berpotensi mengalami fabrikasi, distorsi, maupun fragmentasi. 

Tim kuasa hukum menilai pendapat tersebut memperkuat argumentasi bahwa pembuktian perkara Abdul Wahid yang hanya mengandalkan keterangan para saksi, memiliki kelemahan. 

Termasuk dengan keterangan 1 orang saksi mahkota yang dihadirkan di persidangan yang hanya berdiri sendiri dan tidak didukung dengan saksi maupun alat bukti lainnya, tentu ini sangat lemah dan tidak bisa diandalkan. 

Mereka juga menilai tidak adanya alat bukti lain yang mendukung semakin mengurangi kualitas pembuktian dalam perkara tersebut.

Sementara itu, perkara Abdul Wahid masih terus bergulir di persidangan dan majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, maupun pendapat ahli sebelum menjatuhkan putusan. (*)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Bakal Pidato, DPR Harap Sidang Tahunan Berjalan Lancar

Prabowo Bakal Pidato, DPR Harap Sidang Tahunan Berjalan Lancar

Sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR/DPD RI digelar hari ini, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam sidang ini, Presiden RI Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato terkait APBN 2027.
Sidang Tahunan MPR Hari Ini: Prabowo Bakal Pidato, Jokowi Hadir

Sidang Tahunan MPR Hari Ini: Prabowo Bakal Pidato, Jokowi Hadir

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD-DPR RI berlangsung pada hari ini.
Dua ASN Pajak Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Purbaya Beri Peringatan Keras

Dua ASN Pajak Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Purbaya Beri Peringatan Keras

Dua ASN Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berinisial BP dan SR selaku pemeriksa pajak menjadi tersangka kasus dugaan manipulasi ekspor pulp.
China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan bahwa China dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diduga menjadi negara utama tujuan para sindikat dalam penyelundupan puluhan kilogram emas ilegal dari Indonesia.
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi yang dilaporkan dinas kesehatan.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 

Trending

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Selengkapnya

Viral