News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diminta Tebusan Rp220 Juta, Dua WNI Diduga Disekap hingga Disiksa di Myanmar

Dalam video yang beredar di media sosial, kedua WNI itu terlihat diborgol dan mengaku mengalami penyiksaan serta dimintai uang tebusan hingga Rp220 juta...
Senin, 20 Juli 2026 - 11:42 WIB
Tebusan Rp220 Juta Diminta, Interpol Polri Selidiki Kasus 2 WNI Diduga Disekap di Myanmar
Sumber :
  • Instagram @kabarpauh

Jakarta, tvOnenews.com - Interpol Polri berkoordinasi dengan otoritas keamanan Myanmar menyusul viralnya video yang memperlihatkan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban penyekapan.

Dalam video yang beredar di media sosial, kedua WNI itu terlihat diborgol dan mengaku mengalami penyiksaan serta dimintai uang tebusan hingga Rp220 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan komunikasi dengan aparat keamanan Myanmar telah dilakukan untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.

“Yang jelas kami telah melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan di Myanmar,” kata Untung kepada wartawan, dikutip pada Senin (21/7/2026).

Dari informasi awal yang diterima, kedua WNI tersebut diduga bekerja di sebuah perusahaan scamming yang berada di wilayah pemberontak di Myanmar.

“Karena keduanya bekerja pada perusahaan scamming yang lokasinya di wilayah pemberontak,” ujarnya.

Untung belum mengungkap perkembangan lebih jauh mengenai proses penanganan terhadap kedua WNI tersebut. 

Ia juga belum menjelaskan kapan keduanya berangkat ke Myanmar maupun jalur yang diduga digunakan hingga tiba di negara itu.

“Nanti kami infokan,” ucap Untung.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, dua perempuan mengaku menjadi korban penyekapan, penyiksaan, dan pemerasan dengan permintaan uang tebusan sebesar Rp220 juta.

Salah satu korban diketahui bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

Sementara perempuan lainnya bernama Susi yang berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. (Foe Peace Simbolon)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Antreannya Mengular Viral, Kenapa Kolesom Jumbo Beralkohol 19,7 Persen Tergolong Khamr? Begini Penjelasan LPPOM MUI

Antreannya Mengular Viral, Kenapa Kolesom Jumbo Beralkohol 19,7 Persen Tergolong Khamr? Begini Penjelasan LPPOM MUI

LPH LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut minuman kolesom jumbo yang viral tergolong khamr dan haram karena minuman beralkohol lebih dari 0,5 persen.
Respons Pemerintah Saat Publik Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Respons Pemerintah Saat Publik Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Desakan datang terkait penanganan dugaan kasus korupsi dan TPPU yang melibatkan eks Jampidsus, Febrie Adriansyah untuk diambil alih oleh KPK.
Gerindra Minta Publik Tak Terpengaruh Narasi Hubungkan Febrie dengan Prabowo

Gerindra Minta Publik Tak Terpengaruh Narasi Hubungkan Febrie dengan Prabowo

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu juga meminta agar pengacara Hotman Paris Hutapea tidak mengaitkan kasus hukum tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Bahlil Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun, Kapan?

Menteri Bahlil Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun, Kapan?

Sinyal penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis nonsubsidi mulai diembuskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. 
Menko Yusril Ihza Mahendra: KPK Belum Perlu Intervensi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Menko Yusril Ihza Mahendra: KPK Belum Perlu Intervensi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berpandangan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum saatnya mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. 
Denny Sumargo Komentari Video Klarifikasi Giorgio Antonio, Jawabannya Menohok!

Denny Sumargo Komentari Video Klarifikasi Giorgio Antonio, Jawabannya Menohok!

Setelah Giorgio Antonio akhirnya muncul melalui video klarifikasi di media sosial, tanggapan dari sejumlah figur publik pun bermunculan, termasuk dari Denny Sumargo.

Trending

Heboh! Ayu Ting Ting Disebut-sebut Jadi Kandidat Kuat Walikota Depok, Begini Pengakuan Sang Pedangdut

Heboh! Ayu Ting Ting Disebut-sebut Jadi Kandidat Kuat Walikota Depok, Begini Pengakuan Sang Pedangdut

Ayu Ting Ting kembali menjadi sorotan setelah mendapat pertanyaan mengenai peluang dirinya maju sebagai Wali Kota Depok pada masa mendatang.
Kemlu: Lebih dari 1.200 WNI Pulang dari Pusat Online Scam Myanmar Sejak 20 Februari-16 Juli 2026

Kemlu: Lebih dari 1.200 WNI Pulang dari Pusat Online Scam Myanmar Sejak 20 Februari-16 Juli 2026

Kemlu RI menyatakan lebih dari 1.200 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari pusat online scam.
Prabowo: Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Kita Bekerja Sangat Keras, Padat dan Cepat

Prabowo: Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Kita Bekerja Sangat Keras, Padat dan Cepat

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan seluruh jajarannya bekerja sangat keras hingga cepat menjelang dua tahun pemerintahannya. 
Menteri Bahlil Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun, Kapan?

Menteri Bahlil Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun, Kapan?

Sinyal penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis nonsubsidi mulai diembuskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. 
Menko Yusril Ihza Mahendra: KPK Belum Perlu Intervensi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Menko Yusril Ihza Mahendra: KPK Belum Perlu Intervensi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berpandangan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum saatnya mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. 
Gerindra Minta Publik Tak Terpengaruh Narasi Hubungkan Febrie dengan Prabowo

Gerindra Minta Publik Tak Terpengaruh Narasi Hubungkan Febrie dengan Prabowo

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu juga meminta agar pengacara Hotman Paris Hutapea tidak mengaitkan kasus hukum tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.
Denny Sumargo Komentari Video Klarifikasi Giorgio Antonio, Jawabannya Menohok!

Denny Sumargo Komentari Video Klarifikasi Giorgio Antonio, Jawabannya Menohok!

Setelah Giorgio Antonio akhirnya muncul melalui video klarifikasi di media sosial, tanggapan dari sejumlah figur publik pun bermunculan, termasuk dari Denny Sumargo.
Selengkapnya

Viral