News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Kasus Ferdy Sambo, Usulan Pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Dapat Sorotan Tajam

Koordinator Sahabat DPR Indonesia, Bintang Wahyu Saputra tolak wacana pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buntut kasus pembunuhan Brigadir J
Selasa, 23 Agustus 2022 - 15:15 WIB
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sumber :
  • tvOne

Jakarta - Koordinator Sahabat DPR Indonesia, Bintang Wahyu Saputra menolak tegas wacana pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buntut penanganan kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Hutabarat

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Beny K Harman mengusulkan Kapolri agar diberhentikan sementara agar kasus penanganan kasus tersebut objektif dan transparan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Bintang, pihaknya melihat wacana tersebut tidak relevan setelah melihat langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang cepat merespons dengan membentuk tim khusus (timsus). 

"Kapolri tegas dalam pengungkapan kasus itu. Tidak ada yang ditutupi. Pak Kapolri sudah on the track karena tersangkanya sudah ada dan ditahan," ujar Bintang kepada tvOnenews.com, Selasa (23/8/2022). 

Bintang menjelaskan Komisi III DPR berkesempatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk membahas perkembangan kasus tersebut. 

Oleh karena itu, dia mengimbau DPR juga bisa membantu Kapolri untuk menyelesaikan dan mengawasi pengungkapan kasus tewasnya Brigadir J. 

"Lebih baik DPR RI membantu menyelamatkan Polri dari mafia hukum yang menjadi beking judi online dan kejahatan lainnya," jelasnya. 

Menurutnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga serius dalam memberantas kejahatan judi online yang meresahkan masyarakat. 

Dengan demikian, dia menuturkan hal tersebut yang seharusnya didukung oleh DPR terkait pusaran kasus Irjen Ferdy Sambo. 

"Kalau perlu, bentuk Pansus Perang Lawan Mafia Hukum dengan melibatkan lembaga lain seperti OJK, KPK, dan PPATK. ini lebih jelas," imbuhnya. 

Adapun kasus tewasnya Brigadir J dikaitkan dengan dugaan bisnis haram judi online yang diawasi eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan berencana.

Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

Hasil autopsi ulang jenazah Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akhirnya menjawab keresahan publik soal dipindahkannya otak korban dari kepala ke perut.

Hasil autopsi ulang jasad Brigadir J tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Ade Firmansyah.

Pada hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J ini Ade memastikan tidak adanya luka penyiksaan di tubuh korban.

“Kami bisa pastikan dengan keilmuan forensik yang sebaik-baiknya, bahwa tidak ada tindakan kekerasan selain kekerasan senjata api pada tubuh korban,” ujar Ade di Mabes Polri, Senin (22/8/2022).

Lantas apakah ada perbedaan hasil autopsi pertama dan kedua, Ade menjawab bahwa perbandingan hasil autopsi dapat disaksikan di persidangan.

Pihaknya memastikan hasil ekshumasi ini telah disampaikan kepada penyidik Bareskrim Polri.

Selanjutnya Ade menyebut tim dokter menemukan dua luka fatal di kepala dan dada korban pembunuhan berencana Ferdy Sambo ini.

Kedua luka tersebut berasal dari tembakan senjata api. “Ada dua luka yang fatal tentunya, di daerah dada dan kepala,” ucapnya.

Saat ditanya jarak tembak pada luka fatal tersebut, Ade mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut lantaran ciri-ciri luka pada tubuh korban sudah mengalami perubahan.

“Bentuknya sudah tidak sesuai lagi dengan yang aslinya sehingga jarak tembak jauh atau dekat tidak bisa dilihat,” katanya.

Penjelasan Dokter Forensik soal Otak Dipindah ke Perut

Berikutnya terkait dengan organ tubuh otak yang sebelumnya disebutkan berpindah ke perut, Ade menyebut bahwa itu merupakan bagian dari tindakan autopsi untuk mengamankan organ tubuh korban.

“Semua organ pada setiap tindakan autopsi pasti harus dikembalikan ke tubuhnya. Dengan pertimbangan karena jenazah akan ditransportasikan dan adanya bagian-bagian tubuh yang terbuka sehingga harus dilakukan beberapa tindakan di tempat-tempat (Red: dipindahkan) agar tidak mengalami kececeran dan sebagainya,” ujar Ade.

Soal ukuran luka tembak yang sebelumnya juga disebutkan berbeda, Ketua PDFI ini kembali menjelaskan bahwa dirinya tidak mengidentifikasi terkait ukuran kaliber. 

“Kaliber dan ukuran peluru kami tida bisa tentukan, diautopsi kedua ini bentuk lukanya sudah tidak asli lagi. Adanya pembusukan atau pemberian formalin pada jenazah tentunya bentuk luka akan mengalami perubahan,” katanya.

Detik-detik Kematian Brigadir J

Sementara berdasarkan kronologi yang diketahui mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara, Bharada E sempat menceritakan saat itu mereka sedang berada di rumah Dinas Jalan Saguling, Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.

Mulanya, Brigadir J diminta untuk naik ke lantai atas, namun Joshua menolak.

Tapi karena perintah itu datang dari Irjen Ferdy Sambo, akhirnya Brigadir J menurut.

Kala itu, Bharada E juga naik ke lantai atas, dia menyaksikan Brigadir J yang sudah berlutut di depan Ferdy Sambo yang sedang memegang pistol sambil memakai sarung tangan.

“Di atas itu sudah ada kejadian, si Yoshua berlutut di depan Sambo. Kalau menurut keterangan Richard, kan Richard pegang pistol. Sambo juga pegang pistol. Tapi Sambo pakai sarung tangan. Biasa kan, namanya mafia kan, suka pakai sarung tangan,” kata Deolipa.

Situasi menjadi panas ketika Irjen Ferdy Sambo memberikan perintah kepada Bharada E untuk menembak rekannya.

Perintah itu tak dapat ditolak oleh Bharada E, maka terjadilah penembakan terhadap Brigadir J.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam posisi itu, ada perintah dari Sambo untuk si Richard, ‘woy sekarang woy.. tembak, tembak woy… ya namanya perintah kan Richard ketakutan. Karena kalau Richard nggak nembak, mungkin dia ditembak. Karena sama-sama pegang pistol kan. Akhirnya atas perintah, Richard langsung tembaklah, ‘dor.. dor.. dor..’,” kata Deolipa, menirukan ucapan yang disampaikan Bharada E.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Maruf atau KM. (lpk/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Bhayangkara Presisi Gagal Cetak Hattrick Gelar di Grand Final Proliga 2026, Reidel Toiran: LavAni Layak Juara

Jakarta Bhayangkara Presisi Gagal Cetak Hattrick Gelar di Grand Final Proliga 2026, Reidel Toiran: LavAni Layak Juara

Pelatih Jakarta Bhayangakara Presisi, Reidel Toiran mengakui bahwa LavAni memang layak menjadi juara, usai anak asuhnya gagal cetak hattrick gelar di Grand Final Proliga 2026.
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan hingga Penelantaran Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan hingga Penelantaran Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Polisi telah menetapkan 13 tersangka dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Ia menilai capaian kinerja antardaerah masih bervariasi sehingga perlu terus didorong melalui kompetisi yang sehat.
Bocah 6 Tahun di Lumajang Dicabuli Pengamen Saat Ngasih Uang, Begini Kronologinya

Bocah 6 Tahun di Lumajang Dicabuli Pengamen Saat Ngasih Uang, Begini Kronologinya

Nyoto Wibowo (39), harus berhadapan dengan hukum setelah diduga melakukan aksi pencabulan terhadap anak perempuan berumur 6 tahun di Lumajang, Jawa Timur. 
Update Terbaru Harga iPhone 17 Series per 26 April 2026, Mulai dari Rp17 Jutaan

Update Terbaru Harga iPhone 17 Series per 26 April 2026, Mulai dari Rp17 Jutaan

Update harga iPhone 17 Series terbaru per 26 April 2026 di Indonesia, lengkap dengan spesifikasi keunggulannya. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah!
Sebanyak 205 Atlet Bertarung Sengit, Kejurnas ORADO 2026 Kian Dekati Babak Penentuan

Sebanyak 205 Atlet Bertarung Sengit, Kejurnas ORADO 2026 Kian Dekati Babak Penentuan

Kejurnas ORADO 2026 sendiri diikuti oleh 27 provinsi dengan total 205 atlet. Secara rinci, kategori senior diikuti oleh 139 atlet yang terbagi dalam 48 tim. Sementara itu, kategori junior diikuti oleh 66 atlet yang tergabung dalam 24 tim yang siap bersaing.

Trending

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah harus mencoret dua pemain penting padahal belum melakukan Garuda Calling jelang lawan Oman di FIFA Matchday Juni.
Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Kehadiran Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung di arena pertandingan menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai Hillstate serius mempertimbangkan Megawati Hangestri 
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA membuka peluang empat pemain keturunan memperkuat Timnas Indonesia saat lawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026, mereka bisa jadi senjata baru skuad Garuda.
Alasan Resmi Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea, Siap Kejar Gelar Juara di Musim 2026-2027

Alasan Resmi Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea, Siap Kejar Gelar Juara di Musim 2026-2027

Kabar gembira bagi seluruh pecinta voli Indonesia. Bintang voli kebanggaan tanah air, Megawati Hangestri Pertiwi, akhirnya memberikan kepastian mengenai masa ..
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Selengkapnya

Viral