GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Dorong KPK Ungkap Mafia Pelabuhan Batam

Pengungkapan kasus dugaan korupsi cukai rokok mantan Kepala BP Tanjung Pinang menjadi pintu masuk KPK membongkar praktik illegal sejenis yang selama ini diduga terjadi di kawasan free trade zone (FTZ), khususnya BP Batam yang kerap menjadi jalur lalu lintas penyelundupan barang-barang haram ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ke  Pelabuhan Sunda Kelapa.
Senin, 14 Agustus 2023 - 21:41 WIB
Santoso
Sumber :
  • dpr.go.id

Jakarta, tvOnenews.com - Pengungkapan kasus dugaan korupsi cukai rokok mantan Kepala BP Tanjung Pinang menjadi pintu masuk KPK membongkar praktik illegal sejenis yang selama ini diduga terjadi di kawasan free trade zone (FTZ), khususnya BP Batam yang kerap menjadi jalur lalu lintas penyelundupan barang-barang haram ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ke  Pelabuhan Sunda Kelapa.

Anggota Komisi 3 DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Santoso, meminta KPK untuk melakukan penindakan secara holistik, termasuk mengungkap para pengusaha hitam kelas kakap yang memanfaatkan oknum penyelenggara negara untuk mencari untung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Santoso menyebut kasus over kuota yang terjadi di Tanjung Pinang adalah bagian kecil dari kasus penyelundupan komoditas atau barang lainnya dengan modus sejenis yang terjadi di Pelabuhan Batam.

"Ini harus jadi momentum supaya KPK melakukan penindakan tidak parsial namun menyeluruh terkait permainan kuota tersebut," kata Santoso, Senin (14/8/2023).

Saat ini beredar empat nama yang diduga menjadi bagian dari sindikasi penyelundupan melalui Pelabuhan Batam, yakni VCR, DNI, FRN, dan BDN. Hanya saja KPK masih enggan menyebut identitasnya secara detail.

Keempatnya diduga terafiliasi dengan AP, tersangka gratifikasi dan pencucian uang yang saat ini tengah disidik KPK. Tersangka tersebut pernah bertugas di Batam.

Santoso menegaskan, guna meredam syahwat para pengusaha hitam mengeruk keuntungan sehingga diperlukan komitmen pengawasan ketat dan penindakan yang konsisten.

Pelabuhan Batam dikenal sebagai salah satu jalur penyelundupan di kawasan FTZ. Jenis komoditas atau barang yang biasa diselundupkan melalui Pelabuhan Batam berupa minuman keras atau miras, rokok dari China, alat kesehatan, mobil, moge, mesin mobil, handphone, lapotop, pita cukai palsu, obat farmasi, hingga benih lobster.

Adapun yang berwenang mengeluarkan kuota terhadap barang-barang tersebut adalah BP FTZ Batam.

Layaknya yang terjadi di Tanjung Pinang, modus yang sama diduga kuat masih terus berlangsung di Batam.

Praktik ilegal tersebut pada umumnya menjadikan dua pelabuhan terbesar di Batam, yakni Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang sebagai motornya.

Penindakan tampaknya tak pernah membuat jera para mafia pelabuhan. Pasalnya, praktik yang sama menjadi pemandangan umum di Pelabuhan Batu Ampar dan Dermaga Beton Sekupang.

Proses bongkar muat di kedua pelabuhan tersebut seringkali tanpa melalui proses pengecekan fisik sebagaimana diatur dalam ketentuan regulasi.

Bongkar muat dari Singapura melalui Sekupang-Batu Ampar kerap dilakukan tanpa proses pengecekan fisik sebagaimana seharusnya.

Kapal-kapal asal Singapura khususnya, terlihat mendapatkan previlage di Pelabuhan Batu Ampar maupun Pelabuhan Beton sekupang.

Barang-barang haram tersebut didistribusikan melalui jalur laut, yakni dari Batam, selanjutnya menggunakan kapal Roro ke Tanjung Pinang, dan seterusnya menggunakan kapal tangker ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Praktik illegal ini diduga melibatkan para oknum dari berbagai institusi, mulai dari sahbandar, beacukai, BP Batam dan tentunya para pengusaha.

"Penyelundup ilegal itu, bukan hanya kuota cukai rokok. Makanya pendapatan negara kok transaksinya banyak tapi pendapatannya sedikit. Barang masuknya besar tapi pajaknya kok sedikit. Ini yang harus dibongkar dan ditindak," tutur Santoso.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jendral Soedirman Profesor Hibnu Nugroho juga mempertanyakan lemahnya pengawasan sehingga kasus yang sama kembali terjadi

"Pengawasannya lemah, itu sudah bagian mafia. Saya kira semuanya harus diusut, termasuk kolega-koleganya itu," tandas Hibnu Nugroho.

Menurut Hibnu, dalam kasus over kuota tidak ada regulasi yang bermasalah. Regulasi yang dimaksud ialah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. 

"Regulasi tidak ada masalah. Ini masalah niatan jahat saja. Niat jahat dari masing-masing pelaku kejahatan pada sistem itu sangat tinggi," ujarnya. 

Dia melihat bahwa pengawasan yang lemah menjadi salah satu alasan atau ruang para pengusaha hitam memanfaatkan kelemahan oknum aparat sehingga kasusnya terus berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"KPK harus mengusut kasus ini sampai ke akarnya. Pertanyaanya, sejauh mana dana itu mengalir. Itu yang harus dituntaskan semuanya," tuturnya. (ebs)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Alasan Langsung Tahan Richard Lee: DRL Menghambat Penyidikan

Polisi Ungkap Alasan Langsung Tahan Richard Lee: DRL Menghambat Penyidikan

Kepolisian ungkap alasan langsung tahan Dokter Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Simak selengkapnya!
Gawat, Bisa-bisa Timnas Indonesia Rugi Besar Jelang FIFA Series 2026? Ternyata Ini Alasannya

Gawat, Bisa-bisa Timnas Indonesia Rugi Besar Jelang FIFA Series 2026? Ternyata Ini Alasannya

Bila situasi keamanan semakin memburuk, Timnas Indonesia berpotensi mengalami kerugian besar jelang FIFA Series 2026. Debut John Herdman di laga kontra Saint Kitts and Nevis
Mau Cari Kerja di Jakarta Usai Lebaran? Gubernur Pramono Bilang Begini Soal Pendatang Baru

Mau Cari Kerja di Jakarta Usai Lebaran? Gubernur Pramono Bilang Begini Soal Pendatang Baru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi soal fenomena masyarakat dari daerah yang bermigrasi ke Jakarta untuk bekerja atau ikut keluarga pasca-lebaran.
Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumahnya di Pesanggrahan Jaksel, Ada Temuan Pistol di Tangan Kanan

Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumahnya di Pesanggrahan Jaksel, Ada Temuan Pistol di Tangan Kanan

Seorang pria berusia 53 tahun menggegerkan warga usai ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Pemerintah Tahan Gejolak Harga Pangan Jelang Lebaran, Stok Beras Disebut Masih Surplus 17 Juta Ton

Pemerintah Tahan Gejolak Harga Pangan Jelang Lebaran, Stok Beras Disebut Masih Surplus 17 Juta Ton

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menyampaikan pemerintah telah mengantisipasi potensi fluktuasi harga tersebut sejak awal Ramadan
6 Shio Paling Beruntung pada 8 Maret 2026, Ada Peluang Peningkatan Keuangan

6 Shio Paling Beruntung pada 8 Maret 2026, Ada Peluang Peningkatan Keuangan

Ramalan shio untuk 8 Maret 2026 menunjukkan ada enam shio yang diprediksi paling beruntung dalam hal rezeki, peluang, dan kelimpahan. Apakah shio kamu termasuk?

Trending

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

Kabar baik jelang FIFA Series 2026, dua pemain Timnas Indonesia Jay Idzes dan Emil Audero dilaporkan masuk radar Juventus usai tampil impresif di Liga Italia.
Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Persib Bandung sempat kedatangan mantan anak asuh Shin Tae-yong asal Jerman yang pernah ikut TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia jelang Liga 1 musim 2023 lalu.
Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Performa gemilang Jay Idzes di Serie A Italia mulai memancing perhatian banyak pihak, termasuk di Eropa. Media Belanda tak habis pikir lihat nilai transfernya.
Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

dr Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) bahagia Polda Metro Jaya tahan dr Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran konsumen terkait produk kecantikan.
Viral, Pak Guru Rusly di Sabu NTT Cium dan Peluk Siswa Laki-laki di dalam Kelas, Begini Pengakuannya

Viral, Pak Guru Rusly di Sabu NTT Cium dan Peluk Siswa Laki-laki di dalam Kelas, Begini Pengakuannya

Viral di media sosial, seorang guru bernama Rusly Lingu Djara (32) yang mengajar di SMP Negeri 2 Sabu Timur mencium dan memeluk para siswa lelaki dalam kelas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT