GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bawaslu KBB Pastikan APK di Bandung Barat Ditertibkan Habis Tak Tersisa

Bawaslu KBB telah menurunkan 48 anggota Panwascam, 165 anggota dari PKD dan 5.088 anggota PTPS di tiap kecamatan dan desa untuk menertibkan APK di wilayahnya.
Senin, 12 Februari 2024 - 13:47 WIB
Penertiban alat peraga kampanye (APK) di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah

Bandung Barat, tvOnenews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkolaborasi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat saat menertibkan berbagai alat peraga kampanye (APK) di wilayah Bandung Barat, Jawa Barat. 

Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah mengatakan, sinergi antara Bawaslu KBB dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat dalam melaksanakan penertiban APK di 13 kecamatan dilakukan, setelah Pemda Bandung Barat melalui Pj Bupati memberikan respon cepat dengan membentuk tim Bawah Kendali Operasi (BKO).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tersebut terdiri dari Linmas, camat dan kepala desa untuk ikut memonitor penertiban APK di wilayah masing-masing. 

"Pemda Bandung Barat memberikan respon cepat dengan melibatkan Satpol PP dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam menertibkan APK di KBB," ujar Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah, Senin (12/3/2024). 

Menurutnya, Bawaslu KBB saat ini melakukan perekapan dengan menginventarisir pemasangan billboard yang berada di batas kabupaten. Bahkan, sudah melakukan koordinasikan dengan Satpol PP Provinsi Jabar. 

"Bawaslu KBB sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Jabar terkait penertiban APK billboard berukuran besar yang berada di batas kabupaten atau yang ada di tol," ucapnya. 

Terkait keterbatasan alat, Riza menjelaskan, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) KBB.  

"Untuk keterbatasan alat, hari ini kita sudah koordinasi dengan Dishub, semoga nanti bisa dibantu pihak Dishub," tuturnya. 

Selanjutnya, kata Riza, Bawaslu KBB telah menurunkan 48 anggota dari Panwascam, 165 anggota dari PKD dan 5.088 anggota PTPS di tiap kecamatan dan desa. 

Dengan jumlah tersebut, Riza berharap seluruh APK di Bandung Barat dapat ditertibkan secara maksimal. Sebab, saat ini akan memasuki hari pencoblosan, yang tersisa 2 hari lagi.

"Saya berharap dengan jumlah anggota yang sudah diturunkan dapat menertibkan APK setiap harinya secara maksimal," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Riza menyebutkan, APK yang sudah ditertibkan diamankan sementara di kantor desa dan kecamatan, untuk selanjutnya akan dibawa ke Pemda Bandung Barat. 

"Bawaslu KBB akan fokus melakukan penertiban APK secara maksimal agar tidak ada APK yang tersisa. Nanti kalau sudah siap, semua APK yang ditertibkan akan dibawa ke Pemda Bandung Barat," ungkapnya.(ila/rfi)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

News Terpopuler: Permintaan DPR untuk Mengulang Final Lomba Cerdas Cermat MPR, hingga Juri dan Digugat ke PN Jakpus

News Terpopuler: Permintaan DPR untuk Mengulang Final Lomba Cerdas Cermat MPR, hingga Juri dan Digugat ke PN Jakpus

Permintaan DPR RI mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dewan juri dan MC digugat ke PN Jakarta Pusat
KPR Tenor 40 Tahun Bukan Lagi Wacana, Menteri PKP Maruarar Sirait: Pada Waktunya Kita Umumkan

KPR Tenor 40 Tahun Bukan Lagi Wacana, Menteri PKP Maruarar Sirait: Pada Waktunya Kita Umumkan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah merancang aturan matang terkait skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan masa tenor hingga 40 tahun.
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Indonesia bakal mengikuti forum The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Peran keluarga kini menjadi benteng utama dalam melindungi anak generasi muda dari ancaman judi online (judol) dan penipuan digital. 
Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT