News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pansus Hak Angket DPRD Pati Datangkan Sekdes, Kepsek, Dokter hingga Dewan Pengawas RSUD Pati

Rapat Pansus kemarin sudah memanggil sejumlah pihak seperti kepala sekolah, dokter di RSUD Soewondo, tiga sekretaris desa dan Dewan Pengawas RSUD Suwondo Pati.
Kamis, 4 September 2025 - 11:12 WIB
Pansus Hak Angket DPRD Pati mengahadirkan Dewan Pengawas RSUD Pati, Torang Manurung, Rabu (3/9/2025).
Sumber :
  • Tim TvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com - Setelah sempat tertunda selama tiga hari, Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, kembali menggelar rapat pada Rabu (3/9/2025). 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada agenda kali ini, pansus memanggil seorang kepala sekolah, dokter di RSUD Soewondo yang sempat dimutasi, tiga sekretaris desa (sekdes) dan Dewan Pengawas RSUD Suwondo Pati.

 

Dalam Sidang Pansus Hak Angket DPRD Pati, kali ini membongkar mutasi janggal di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati. Seorang dokter umum yang berdinas di RSUD RAA Soewondo Pati, dr Reni Kurniawati, dipindah tiga kali dalam kurun tiga pekan.

 

Pada rapat pansus ini, tim pansus menggali keterangan dari Reni terkait dengan mutasi terhadap dirinya yang dinilai terdapat kejanggalan oleh pansus. Apalagi, dalam waktu yang singkat, Reni dimutasi ke beberapa tempat.

 

Reni Kurniawati mengungkapkan, dirinya menerima Surat Keputusan (SK) mutasi pertama pada 9 Juli 2025. Dalam SK itu, dia dipindahkan dari RSUD RAA Soewondo ke RSUD Kayen. Namun, baru satu hari SK itu berlaku, dirinya mendapat pemberitahuan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati bahwasanya SK itu tidak berlaku.

 

"Satu hari kemudian ketika saya ke RSUD Kayen, saya diminta menghadap BKPSDM, bahwa SK tersebut perlu direvisi (karena) ada kesalahan. Sehingga, SK yang sudah keluar itu dianggap tidak berlaku," ungkapnya.

 

Setelah itu, Reni menerima SK mutasi lagi pada 14 Juli 2025 ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kayen. Di sana, dia sudah bertugas beberapa hari dan sudah aktif melayani masyarakat, tapi malah dapat SK mutasi lagi.

 

"Tapi kemudian pada 4 Agustus 2025 ternyata ada SK lagi yang tertanggal 1 Agustus 2025, bahwa saya kembali dipindahkan ke RSUD RAA Soewondo lagi. Berarti kembali ke tempat semula,” ujar dia.

 

Mendapat SK mutasi tiga kali dalam rentang waktu satu bulan, Reni tentu merasa kaget dan sedih. Namun, waktu kembali ke RSUD RAA Soewondo lagi, dia senang karena merasa kembali ke rumah.

 

"Perasaan kaget, pasti ya. Pertama, ya sedih. Waktu pindahan yang pertama itu sedih. Tapi setelah itu, ya sudahlah biarkanlah Allah yang bekerja," kata Reni. 

 

Anggota Pansus dari PKB, Muhammadun, bertanya pada Reni, apakah pernah melakukan sesuatu yang membantah pimpinan, entah pimpinan langsung ataupun bupati, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang memungkinkan jadi alasan mutasi tersebut.

 

Madun juga bertanya, apakah Reni maupun suaminya pernah terlibat dalam dukung-mendukung paslon pada Pilkada lalu.

 

“Apakah ketika Pilbup, Ibu tidak mendukung bupati terpilih? Ibu memilih siapa itu rahasia Ibu, tapi apakah Ibu atau suami pernah mengajak atau melarang memilih paslon tertentu, sehingga nasib Ibu hampir sama dengan kejadian lain. Rata-rata karena dianggap berpolitik oleh (bupati) yang menang, sehingga sewenang-wenang memutasi bawahannya, bahkan dipingpong seperti ini,” ungkap Madun.

 

Reni menjawab, saat menerima SK mutasi yang pertama, dia langsung bertanya pada direktur RSUD Soewondo, apakah dirinya membuat masalah sehingga dimutasi sebagai hukuman.

 

Dirinya mengaku tidak pernah merasa membuat masalah dengan orang-orang di lingkungan rumah sakit, baik dengan pegawai maupun keluarga pasien.

 

Reni merasa tak pernah membuat kesalahan yang membuatnya harus mendapat hukuman mutasi. Bahkan, dia sampai menemui Direktur Utama RSUD RAA Soewondo Pati, Rini Susilowati untuk menanyakan alasan mutasi. Dalam pertemuan itu, Rini mengatakan Reni tidak punya kesalahan. 

 

"Kesalahan tidak ada. Waktu itu saya tanya Bu Direktur, saya membuat masalah apa? Ternyata dinyatakan tidak ada masalah. Dan Bu Direktur menyatakan, beliau berharap saya bisa kembali (ke RSUD RAA Soewondo)," ucapnya.

 

Menurutnya, dalam SK itu memang tidak ada alasan atau pertimbangan kebijakan mutasi.

"Ya kan, memang Pati baru lucu, ya. Jadi, ya, sudahlah kalau saya kena (mutasi), kan, tinggal jalani aja,” imbuh dia saat ditanya media perihal mutasi terhadap dirinya.

 

Reni juga membeberkan bahwa posisinya sebagai dokter pelaksana di bank darah dan pendamping dokter intensif memang tidak bisa digantikan secara mendadak. Mengingat, Reni adalah orang satu-satunya yang bisa memegang peran itu.

 

"Ya memang sejak awal saya di RSUD RAA Soewondo memegang beberapa pekerjaan yang tidak bisa digantikan tanpa pelatihan dulu. Kalau kepindahan itu tiba-tiba akan terjadi ketidaksesuaian, karena yang menggantikan belum memiliki kompetensi,” jelasnya.

 

Terkait pertanyaan Madun seputar dukung-mendukung saat Pilbup, Reni menegaskan bahwa baik dirinya maupun suami adalah ASN yang berkomitmen menjunjung netralitas. Dia dan suaminya tidak pernah terlibat dalam politik praktis.

 

“Kami tidak pernah berpolitik, baik kampanye, memasang status, atau mengajak orang (memilih paslon tertentu). Bahkan kami menolak ‘amplop’ dari mana pun,” tegas Reni.

 

Madun menimpali dengan menceritakan kasus lain. Dia menyebut, ada kasus mutasi ASN lain yang juga janggal. Di mana ada seorang ASN yang suaminya bekerja di bidang swasta.

 

Suami dari ASN tersebut sangat kritis terhadap kebijakan Pemkab Pati. Sehingga istrinya dimutasi, “dibuang” ke tempat jauh yang jaraknya puluhan kilometer.

“Kami mendengar, tolong dikonfirmasi, suami Ibu saat Pilkada tidak mendukung pasangan yang sekarang jadi. Bahkan cenderung ke paslon lain. Mohon ini dikonfirmasi benar atau tidak,” kata Muhammadun.

 

Reni menegaskan, baik dirinya maupun sang suami tidak tertarik sama sekali dengan politik praktis. Dia bahkan mengatakan, apabila ada yang menyebut suaminya mendukung paslon tertentu, hal itu adalah fitnah.

 

“Pekerjaan kami saja sudah banyak, ngapain ngurus politik. Kami hanya rakyat yang menggunakan hak pilih, tapi tidak pernah ngajak-ngajak memilih paslon tertentu,” terangnya.

 

Setelah memintai keterangan dr Reni Kurniawati, seorang dokter umum di RSUD RAA Soewondo Pati yang dipindah tiga kali dalam kurun tiga pekan, tim pansus DPRD Pati menghadirkan Torang Manurung, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Soewondo Pati untuk dimintai keterangan.

 

Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati yang menghadirkan Torang Manurung ini berlangsung memanas. Suasana mulai memanas sudah terjadi ketika awal rapat berjalan. Yakni, ketika Torang Manurung usai memperkenalkan diri, yakni mulai nama, tempat tinggal hingga latar belakang pendidikan.

 

Ketika itu, sebelum tim pansus memberikan pertanyaan pokok, Torang terlebih dahulu bertanya kepada tim pansus, soal siapa yang menentukan untuk mengundang pihak yang dihadirkan di pansus.

 

“Di dalam menentukan siapakah yang akan diundang, apakah hasil rembug atau bagaimana,” tanya Manurung.

 

Hal tersebut kemudian mendapatkan jawaban dari Ketua Pansus DPRD Pati Bambang Teguh Waluyo, bahwa terkait pihak yang sudah dirapatkan di internal pansus dan disepakati bersama.

 

Belum selesai pernyataan Bandang, kemudian salah satu anggota pansus, yakni Muhammadun melakukan interupsi. Ia pun mengatakan, bahwa selama pansus berjalan, baru kali ini tim pansus belum bertanya, sudah ditanya lebih dahulu oleh pihak yang dihadirkan.

 

Ia pun menyinggung soal nama yang dihadirkan kali ini, kalau sebelum-sebelumnya tidak pernah mendengar. Dirinya mengaku baru tahu ketika menjadi tim sukses Sudewo pada Pilkada lalu.

 

Dirinya pun meminta agar Torang Manurung untuk tidak menekan pansus, sehingga tim pansus tidak leluasa menggali data.

 

“Maka jangan coba-coba menggurui, menggertak kami pansus ini. Belum ditanya sudah menanyakan ke kami,” ucap Muhammadun.

 

Setelah itu, Torang Manurung kemudian menyalami satu per satu anggota hingga ketua pansus.

 

Namun, suasana kembali memanas ketika Torang kembali mempertanyakan kenapa hanya dirinya yang diundang di pansus, bukan dengan anggota dewas lainnya. Padahal, menurutnya dewas adalah kolektif kolegial.

 

Pun demikian, ketika dirinya kembali ditanya soal prosedur pengangkatan dirinya menjadi dewan pengawas RSUD RAA Soewondo Pati, apakah sudah melalui tahapan yang benar atau tidak. Mendapat jawaban dari Torang yang dinilai pansus cukup berbelit, membuat kondisi memanas.

 

Hingga akhirnya, rapat harus diskors karena dianggap waktu sudah sore dan belum ada titik temu. Sehingga, pansus memutuskan untuk kembali mengundang Torang Manurung, Kamis (4/9/2025) untuk hadir di rapat pansus.

 

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan pemanggilan kepala sekolah, dokter di RSUD Soewondo yang sempat dimutasi, tiga sekretaris desa (sekdes) dan Dewan Pengawas RSUD Suwondo Pati untuk memberikan keterangan terkait polemik yang terjadi di Kabupaten Pati. 

 

“Tadi kita panggil satu kepala sekolah SMP dari Tayu, tiga orang sekdes, seorang dokter di RSUD Pati dan Dewan Pengawas RSUD Pati. Mereka kita datangkan untuk menggali informasi dan kami temukan berbagai fakta baru,” ujar Bandang. 

 

Teguh Bandang mengungkapkan, rapat pansus kali ini cukup menyita waktu karena ada beberapa pihak yang tidak kooperatif saat ditanyai tim pansus. 

 

Sehingga terjadi perdebatan yang cukup alot dan menyita waktu. Rapat Pansus akhirnya ditunda dan dilanjutkan hari ini, Kamis (4/9/2025).

 

Bandang meminta pada persidangan Hak Angket berikutnya, para saksi yang dihadirkan harus menjawab yang sejujur jujurnya untuk memperlancar sidang Pansus.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Persidangan Hak Angket ini sudah diatur di dalam undang undang, kami berhak menanyakan berbagai pertanyaan yang sudah disepakati oleh anggota. Jadi kita tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun,” ungkap dia. (arm/dan)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peminat Membludak, Berapa Unit iPhone Duo yang Bisa Dibeli Satu Pelanggan? Ini Aturan Apple

Peminat Membludak, Berapa Unit iPhone Duo yang Bisa Dibeli Satu Pelanggan? Ini Aturan Apple

Permintaan tinggi, Apple memberlakukan pembatasan pembelian iPhone Duo maksimal dua unit untuk setiap pelanggan. Cek harganya disini.
Debut di Asian Para Games 2026, Barce Layaba Berhasil Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia

Debut di Asian Para Games 2026, Barce Layaba Berhasil Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia

Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali perunggu di gelaran Asian Para Games 2026 lewat Barce Layaba dari cabor tenis meja.
Polda Jabar Buka Suara Soal Kasus Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung 3,6 Tahun di Bandung

Polda Jabar Buka Suara Soal Kasus Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung 3,6 Tahun di Bandung

Rumi mengatakan bahwa anggotanya sudah menerima laporan dari ibu korban dan saat ini sudah dilakukan lidik dan sedang dalam pengejaran terhadap sang palaku.
Ten Hag Akhirnya Bongkar Borok Ronaldo Selama di MU, Tidak Jaga Kondisi Fisik hingga Hasut Rekannya untuk Malas-malasan Latihan

Ten Hag Akhirnya Bongkar Borok Ronaldo Selama di MU, Tidak Jaga Kondisi Fisik hingga Hasut Rekannya untuk Malas-malasan Latihan

Erik ten Hag kembali mengungkit konfliknya dengan Cristiano Ronaldo di Manchester United, menyoroti masalah latihan dan sikap CR7 yang dinilainya mengecewakan.
Terperangkap Dalam Tubuh Paus Sperma, Sinopsis Film Thriller Survival 'Whalefall' yang Diangkat dari Novel Bestseller Realistis

Terperangkap Dalam Tubuh Paus Sperma, Sinopsis Film Thriller Survival 'Whalefall' yang Diangkat dari Novel Bestseller Realistis

Industri sinema global kembali diramaikan oleh hadirnya film thriller survival terbaru garapan 20th Century Studios dan Imagine Entertainment bertajuk Whalefall
7 Fakta Ruben Onsu Adopsi Thayaka Putra Onsu, dari Kisah Pertemuan hingga Restu Onyo

7 Fakta Ruben Onsu Adopsi Thayaka Putra Onsu, dari Kisah Pertemuan hingga Restu Onyo

7 fakta Ruben Onsu adopsi Thayaka Putra Onsu, dari kisah pertemuan mengharukan, alasan memilih nama, hingga respons Onyo menyambut adik baru. 

Trending

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Kasus penembakan tragis yang menimpa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (Bharatu Valdo) di Markas Ditpoludara pada Jumat (16/10) menemui titik terang. 
Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) di bawah komando Menteri Natalius Pigai terus memacu penguatan kapasitas SDM di bidang penegakan HAM. 
Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menyampaikan pandangan optimis mengenai langkah tegas pemerintahan dalam melakukan pembersihan di sektor birokrasi dan pemberantasan korupsi. 
Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar turut menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62. Kegiatan sosial berisikan aksi donor darah ter...
Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa disebut hanya tinggal menjalani dua tahapan lagi sebelum proses perubahan kewarganegaraannya rampung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT