Pemain Putra Jaya Pasuruan yang Tendang Lawan Dikeluarkan dari Klub, Korban Alami Retak Tulang Dada
- tvOne - abdul rohim
Bangkalan, tvOnenews.com – Pertandingan Liga 4 pekan ke-32 Zona Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Senin sore, antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung berakhir tragis. Seorang pemain Perseta Tulungagung mengalami cedera serius usai mendapat terjangan keras di bagian dada dari pemain lawan, Rabu (7/1/2026).
Insiden terjadi pada menit ke-71 pertandingan. Saat hendak menggiring bola, pemain Putra Jaya Pasuruan bernomor punggung 23 justru melepaskan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta hingga terjatuh di lapangan. Wasit yang memimpin laga langsung mengganjar kartu merah dan mengeluarkan pemain tersebut dari pertandingan.
Akibat insiden tersebut, pemain Perseta Tulungagung bernama Firman Nugraha mengalami cedera serius berupa retak tulang dada dan dipastikan absen dalam dua pertandingan berikutnya.
“Pemain kami mengalami cedera yang serius, sehingga kami tidak menurunkan dalam dua kali sisa pertandingan di Stadion Bangkalan,” paparnya.
Menyikapi kejadian tersebut, manajemen Putra Jaya Pasuruan bertindak tegas dengan memutus kontrak pemain yang melakukan pelanggaran keras dan langsung mengeluarkannya dari klub.
“Kami dapat info pemain yang bersangkutan telah diputus kontrak dan dikeluarkan dari klubnya,” ungkap Medi Redondo, Pelatih Perseta Tulungagung.
Pelatih Perseta Tulungagung, Medi Redondo, berharap PSSI Jawa Timur dapat memberikan sanksi yang sepadan atas insiden tersebut sebagai upaya menegakkan prinsip fair play dalam kompetisi sepak bola.
Sementara itu, insiden tendangan kungfu brutal yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terhadap dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, tidak berhenti sebagai pelanggaran di lapangan hijau. Aksi tersebut justru menjadi awal rangkaian sanksi keras, kecaman publik, hingga ancaman proses hukum.
Dalam laga Liga 4 Jawa Timur tersebut, tindakan Hilmi yang dinilai melampaui batas fair play berujung panjang, mulai dari pemecatan oleh klubnya sendiri, hukuman seumur hidup dari PSSI Jawa Timur, hingga rencana pelaporan ke jalur hukum oleh tim korban. (arm/gol)
Load more