Puluhan Ribu Jamaah Padati Puncak Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234
- tim tvOne
Sumenep, tvOnenews.com – Rangkaian Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 resmi ditutup di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026). Puncak kegiatan dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara.
Sejak pagi, kawasan pesantren dipenuhi jamaah yang mengikuti rangkaian dzikir, tausiah, dan doa bersama hingga menjelang Zuhur.
Ketua Panitia KH Junaidi Rasyidi mengatakan Idul Khotmi tahun ini menjadi istimewa karena dihadiri para syurafa’ Tarekat Tijaniyah dari Aljazair, Mesir, dan Maroko, serta 161 muqaddam dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
“Alhamdulillah, para syurafa’ Tarekat Tijaniyah dari Aljazair, Mesir, dan Maroko berkenan hadir sejak awal hingga puncak acara. Demikian pula para khuwaidim dan 161 muqaddam dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi seluruh jamaah,” ujar KH Junaidi Rasyidi.
Puncak acara turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, unsur TNI-Polri, ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Shalawat Fatih, dilanjutkan pemaparan sejarah Tarekat Tijaniyah, sambutan para tokoh, tausiah dari para syurafa’, dan ditutup doa bersama yang dipimpin ulama dari Aljazair dan Maroko.
Mengusung tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah,” kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat pembinaan spiritual, serta meneguhkan komitmen kebangsaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH Ahmad Fauzi Tijani, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada pesantrennya sebagai tuan rumah Idul Khotmi Nasional.
“Bagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi adalah sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada seluruh jamaah. Memuliakan para tamu, para pecinta Rasulullah SAW, dan melayani para tamu Allah merupakan bagian dari ibadah yang kami harapkan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pesantren, masyarakat, dan kita semua,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Tarekat Tijaniyah telah menjadi bagian dari sejarah dakwah dan pendidikan Al-Amien Prenduan sejak masa pendiri pesantren.
Load more