News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Protes Pemkot Sungai Penuh Buang Sampah di Kawasan Hutan Produksi

Persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai tidak hanya ditentang oleh masyarakat. Bahkan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui KPHP Kerinci dan Sungai Penuh juga telah lama mengingatkan Pemkot Sungai Penuh.
Minggu, 9 Januari 2022 - 13:29 WIB
TPA RKE Sungai Penuh Jambi
Sumber :
  • Arizal

Sungai Penuh, Jambi - Persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai tidak hanya ditentang oleh masyarakat. Bahkan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui KPHP Kerinci dan Sungai Penuh juga telah lama mengingatkan Pemkot Sungai Penuh.

Pasalnya, lokasi TPA di RKE tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi, dan dilarang keras adanya aktivitas pembuangan sampah. Bahkan KPHP sudah menyurati Wali Kota Sungai Penuh, namun hingga kini tak kunjung ada balasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala KPHP Kerinci dan Sungai Penuh, Neneng Susanti, mengatakan bahwa lokasi TPA di RKE yang sebagian merupakan kawasan hutan produksi itu tidak cocok sebagai TPA sampah.

"Ya, di sana (TPA RKE,-red) masuk dalam kawasan hutan produksi, tapi juga ada beberapa bagian di RKE bukan termasuk hutan produksi. Sebagai tempat pembuangan sampah, di situ sangat tidak cocok," ungkapnya.

Dikatakannya, terhadap aktivitas pembuangan sampah di RKE tersebut, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyurati Pemkot Sungai Penuh untuk menghentikan aktivitas tersebut.

"Surat pertama tertanggal 5 Oktober 2021, setelah itu kita juga mengirim surat kepada Wali Kota untuk audiensi namun tidak mendapat balasan jadwal audiensi," sebut Neneng. 

Terhadap hal tersebut, lanjut dia, pihak KPHP Unit 1 Kerinci tidak akan tinggal diam. Bahkan akan mendatangi langsung Kantor Wali Kota dalam waktu dekat.

"Ya kita akan datang langsung untuk menemui Pak Wali Kota untuk membahas hal ini," ungkapnya.

Ia menegaskan tugas KPHP hanya mengingatkan dan memberitahu status hutan yang ada di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, sehingga dalam perencanaan pembangunan daerah tidak bertentangan dengan aturan kehutanan.

"Kita ingin memberi masukan, mana yang boleh dan tidak boleh memanfaatkan hutan sebagai kawasan pembangunan. Itu yang paling penting, agar perencanaan penataan pembangunan daerah menjadi lebih baik," jelasnya.

Untuk diketahui, persoalan pembuangan sampah di RKE sudah terjadi sejak tahun 2015 dan dikeluhkan oleh warga. 

Tokoh masyarakat Kumun Debai bahkan mendatangi Gedung DPRD Sungai Penuh untuk menyerahkan surat pemberitahuan agar aktivitas pembuangan sampah di RKE dihentikan. Masyarakat juga menegaskan akan turun tangan langsung untuk menutup TPA di RKE jika tidak segera diproses.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sungai Penuh, Hairul, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya surat pemberitahuan dari tokoh masyarakat Kumun Debai tersebut. Pihaknya akan mencari solusi terkait pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Pihaknya juga tidak menginginkan persoalan sampah terus berlanjut. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari rencana pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), hingga TPA regional bersama Kabupaten Kerinci.

"Upaya itu sudah kita jalani. Pekerjaan kita melekat, dan melanjutkan dari yang sebelumnya. Kalau TPA regional sedang proses di Pemprov Jambi, bersama Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh," ungkapnya.

Mengenai pemindahan TPA, lanjut dia, tetap akan dicari untuk lokasi yang baru. Namun, lokasi akan ditentukan oleh Dinas PU.

"DLH ini sifatnya teknis, kalau lokasi itu PU yang menentukan. Produk sampah ini serba salah, tidak dibuang bagaimana, dibuang juga jadi masalah, apalagi," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika ditanya mengenai produksi sampah yang mencapai 60 ton per hari, Hairul mengaku jumlah itu merupakan hitungan berdasarkan indeks masyarakat saja. 

"Kita juga merencana pengelolaan sampah ditingkat desa atau kecamatan, agar yang di buang ke atas (RKE,-red) menjadi lebih sedikit," pungkasnya. (Arizal/Nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Nasib 5 Weton Paling Beruntung pada Tanggal 18 April 2026: Ada Rezeki Nomplok di Akhir Pekan

Ramalan Nasib 5 Weton Paling Beruntung pada Tanggal 18 April 2026: Ada Rezeki Nomplok di Akhir Pekan

Tanggal 18 April 2026 diprediksi jadi titik balik bagi beberapa weton yang selama ini merasa "mentok" dalam urusan finansial maupun asmara. Berikut ramalannya.
Bukan Top Skor Final Four Proliga 2026, Megawati Hangestri Justru Buktikan Level Berbeda di Jakarta Pertamina Enduro

Bukan Top Skor Final Four Proliga 2026, Megawati Hangestri Justru Buktikan Level Berbeda di Jakarta Pertamina Enduro

Dalam laga penting Jakarta Pertamina Enduro di fase final four proliga 2026, Megawati Hangestri memperlihatkan kualitas elite yang sulit ditandingi. Service Ace Megatron
Bersihkan 20.000 Ton Sampah di TPS Ilegal Tambun Utara, Pemkab Bekasi Kerahkan 18 Armada Truk

Bersihkan 20.000 Ton Sampah di TPS Ilegal Tambun Utara, Pemkab Bekasi Kerahkan 18 Armada Truk

Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kampung Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara. 
Kedok Toko Kelontong di Jaksel Terbongkar, Polisi Sita 8.286 Butir Obat Keras yang Dijual Bebas ke Buruh Bangunan

Kedok Toko Kelontong di Jaksel Terbongkar, Polisi Sita 8.286 Butir Obat Keras yang Dijual Bebas ke Buruh Bangunan

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berhasil membongkar praktik ilegal penjualan obat-obatan keras berjenis psikotropika yang berkedok sebagai toko kelontong. 
Kurniawan Dwi Yulianto Ungkap 'Biang Kerok' Kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Kurniawan Dwi Yulianto Ungkap 'Biang Kerok' Kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, ungkap faktor utama di balik kekalahan dari Malaysia di Piala AFF U-17 2026. Salah satu penyebab utama kekalahan Garuda Muda
Strategi Cerdik Dedi Mulyadi: Libatkan Toko Bangunan Lokal, Anggaran Bedah Rumah Warga Justru Bisa Sisa dan Lebih Hemat

Strategi Cerdik Dedi Mulyadi: Libatkan Toko Bangunan Lokal, Anggaran Bedah Rumah Warga Justru Bisa Sisa dan Lebih Hemat

Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi tetapkan target ambisius untuk memperbaiki sekitar 40.000 unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026. 

Trending

Gresik Petrokimia Lolos ke Grand Final Proliga 2026, Fans Minta Duel Panas vs Jakarta Pertamina Enduro!

Gresik Petrokimia Lolos ke Grand Final Proliga 2026, Fans Minta Duel Panas vs Jakarta Pertamina Enduro!

Fans minta Gresik Petrokimia lawan Jakarta Pertamina Enduro di Final Proliga 2026. Gresik Petrokimia Ponska Plus memastikan diri sebagai tim pertama yang melaju ke grand final Proliga 2026.
Dirayu Wanita Asal Singajaya, Dedi Mulyadi Justru Sarankan Jadi Ketua IJI

Dirayu Wanita Asal Singajaya, Dedi Mulyadi Justru Sarankan Jadi Ketua IJI

​​​​​​​Dedi Mulyadi dirayu wanita asal Singajaya saat di KUA. Alih-alih menerima, ia justru memberi respons tak terduga dengan menyarankan jadi ketua IJI.
Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

​​​​​​​Dedi Mulyadi temukan pria paruh baya tertidur di trotoar karena lapar. Ia beri makanan, nasihat, hingga modal usaha, momen haru ini viral di publik.
Pramono Sebut Jakarta Bakal Kewalahan Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Pramono Sebut Jakarta Bakal Kewalahan Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku akan kewalahan mengejar target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur Dedi Mulyadi Rencana Siapkan Aula Nikah Gratis di KUA Tiap Daerah, Kemenag Jabar Apresiasi Setinggi Langit

Gubernur Dedi Mulyadi Rencana Siapkan Aula Nikah Gratis di KUA Tiap Daerah, Kemenag Jabar Apresiasi Setinggi Langit

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, mengapresiasi tinggi terobosan Pemprov Jabar kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam perkuat layanan keagamaan. 
Dedi Mulyadi Tegaskan Pembangunan Bukan hanya Fokus Pertumbuhan Ekonomi, Singgung tentang Kesadaran pada Alam

Dedi Mulyadi Tegaskan Pembangunan Bukan hanya Fokus Pertumbuhan Ekonomi, Singgung tentang Kesadaran pada Alam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyebut pembangunan di Jabar harus melibatkan keseimbangan manusia pada lingkungan hidup, tidak hanya fokus ekonomi.
Ramalan Keuangan Zodiak 18 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 18 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan keuangan zodiak 18 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, ungkap peluang rezeki, investasi, dan kondisi finansial terkini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT