GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Imbas Gempa Pacitan di DIY: Belasan Bangunan Rusak dan 40 Warga Terluka, Terparah di Bantul

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari berdampak hingga DI Yogyakarta.
Jumat, 6 Februari 2026 - 18:12 WIB
Getaran gempa di Pacitan menyebabkan tembok masjid di Jetis, Kabupaten Bantul retak.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari berdampak hingga DI Yogyakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta melaporkan belasan bangunan dan puluhan warga terluka. Kabupaten Bantul disebut menjadi yang terparah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Laporan kerusakan bangunan dan orang terluka terdapat di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Namun terbanyak di Bantul," kata Agustinus Ruruh Haryata, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan pantauan pusat pengendalian operasi (Pusdalops) se-DI Yogyakarta, tercatat ada satu bangunan terdampak yakni atap balai kampung di Kapanewon Umbulharjo, Kota Yogyakarta. 

Serta, 14 bangunan terdampak di Kabupaten Bantul. Belasan titik tersebar di Kapanewon Jetis dan Kasihan masing-masing tiga titik. Kemudian, Kapanewon Banguntapan, Imogiri, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu dan Srandakan masing-masing satu titik. 

"Dampaknya meliputi rumah rusak delapan titik, tempat ibadah dan fasilitas pendidikan masing-masing dua titik, fasilitas pemerintah dan kesehatan masing-masing satu titik," papar Ruruh.

Selain kerusakan bangunan, terdapat 40 korban terluka yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit. Sebarannya di RSU PKU  Muhammadiyah Bantul 9 orang, RSUD Panembahan Senopati dan RS Rajawali Citra masing-masing 6 orang dan RSU Prambanan 4 orang.

Selanjutnya, RSIY PDHI, RS Nur Hidayah dan RSUD Saras Adyatma masing-masing 3 orang serta RSA UGM 2 orang. Kemudian, RSU Permata Husada, RSU ST Elisabeth, RS UII dan Puskesmas Sanden masing-masing 1 orang.

Sedangkan, Ruruh menyebut Kabupaten Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul sementara ini tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.

Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi menyebut, gempa yang mengguncang Pacitan merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

"Tidak berpotensi tsunami," kata Ardhi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak pukul 01.06 WIB hingga 10.13 WIB, BMKG mencatat 21 kejadian gempa susulan, namun dengan kekuatan gempa yang semakin mengecil.

Untuk wilayah DI Yogyakarta secara umum terdapat beberapa sumber gempa, salah satunya sesar opak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Soroti Penghapusan Guru Honorer pada 2027, Ingatkan Ancaman Krisis Pengajar hingga Nasib Non-ASN

DPR Soroti Penghapusan Guru Honorer pada 2027, Ingatkan Ancaman Krisis Pengajar hingga Nasib Non-ASN

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah segera menyiapkan skema komprehensif agar kebijakan penghapusan guru honorer pada 2027.
Tak Main-main, Polda Sumut Dalami Pengakuan 2 Polisi yang Viral Dugem Libatkan Kompol DK

Tak Main-main, Polda Sumut Dalami Pengakuan 2 Polisi yang Viral Dugem Libatkan Kompol DK

Polda Sumut tak main-main tangani kasus 2 polisi yang viralnya di medisos terkait video dugem hingga berjoget. Bahkan, kabarnya aksi itu melibatkan Kompol DK
Tolak Mentah-mentah PSV, Bek Berdarah Indonesia Ini Pilih Susul Maarten Paes Pindah ke Ajax Amsterdam

Tolak Mentah-mentah PSV, Bek Berdarah Indonesia Ini Pilih Susul Maarten Paes Pindah ke Ajax Amsterdam

Pemain berdarah Indonesia berpotensi satu tim dengan kiper Timnas Garuda, Maarten Paes di Ajax Amsterdam usai tolak tawaran PSV musim panas ini.
TRENDING: Hasil Pertemuan Tertutup Agen Megawati Hangestri, Bung Ropan Curiga dengan Nova Arianto, FIFA Beri Kabar Bahagia

TRENDING: Hasil Pertemuan Tertutup Agen Megawati Hangestri, Bung Ropan Curiga dengan Nova Arianto, FIFA Beri Kabar Bahagia

Dunia olahraga Indonesia tengah diramaikan sejumlah kabar besar. Mulai soal rumor Megawati Hangestri hingga Timnas indonesia. Berikut rangkuman lengkapnya.
Polisi Gagalkan Peredaran 120 Buah Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Jakbar, Satu Orang Diamankan

Polisi Gagalkan Peredaran 120 Buah Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Jakbar, Satu Orang Diamankan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis etomidate yang diletakkan dalam cartridge vape di Cengkareng.
Geswara Fun Run 2026 Sukses Digelar, Diikuti Lebih dari 200 Peserta

Geswara Fun Run 2026 Sukses Digelar, Diikuti Lebih dari 200 Peserta

Semangat pembinaan fisik dan disiplin personel kembali ditunjukkan jajaran Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT