News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

EUDR Tekan Ekspor RI, CORE Desak Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Percepat Reformasi Sawit

CORE dorong pemerintah perkuat diplomasi global hadapi EUDR yang dinilai hambat ekspor sawit Indonesia dan tekan daya saing di pasar Uni Eropa.
Jumat, 20 Maret 2026 - 09:36 WIB
Kabar Gembira Petani Riau, Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jadi Rp3.468,17 Per Kilogram
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com – Tekanan kebijakan global kembali menghantam sektor ekspor Indonesia. Regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) dinilai berpotensi menghambat kinerja ekspor nasional, khususnya komoditas perkebunan seperti kelapa sawit. Pemerintah pun didorong untuk segera memperkuat diplomasi internasional guna melindungi kepentingan nasional.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menegaskan bahwa pendekatan diplomasi yang terukur menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kebijakan tersebut. Menurutnya, EUDR bukan sekadar regulasi lingkungan, melainkan juga bentuk hambatan non-tarif yang berpotensi menekan akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

EUDR Dinilai Diskriminatif terhadap Produk Global

Faisal menyoroti adanya ketimpangan dalam penerapan kebijakan EUDR. Dalam praktiknya, regulasi tersebut hanya menyasar beberapa komoditas minyak nabati seperti minyak sawit dan minyak kedelai, sementara minyak nabati lain seperti rapeseed dan bunga matahari yang diproduksi Uni Eropa justru tidak terdampak.

Kondisi ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak adil di pasar global. Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia berisiko menjadi pihak yang paling terdampak, baik dari sisi volume ekspor maupun daya saing harga.

“Ini bisa dilihat sebagai bentuk tekanan terhadap produsen di negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Faisal.

Diplomasi Dagang Jadi Senjata Utama

Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah diminta mengoptimalkan momentum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini dinilai strategis untuk menjembatani kepentingan eksportir nasional sekaligus memastikan kesiapan sektor hulu dalam memenuhi standar yang ditetapkan Uni Eropa.

Faisal menekankan, langkah diplomasi tidak hanya sebatas negosiasi perdagangan, tetapi juga harus mencakup perlindungan terhadap keberlanjutan ekspor nasional.

“Pemerintah harus memastikan dampak EUDR terhadap ekspor Indonesia bisa ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.

Jika tidak ditangani secara serius, hambatan non-tarif seperti EUDR berpotensi mengganggu stabilitas ekspor nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga berimbas pada pendapatan negara, termasuk dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Tantangan Besar: Ketertelusuran Rantai Pasok

Salah satu aspek krusial dalam implementasi EUDR adalah kewajiban traceability atau ketertelusuran rantai pasok. Setiap produk yang masuk ke Uni Eropa harus dapat dipastikan tidak berasal dari aktivitas deforestasi.

Namun, memenuhi standar ini bukan perkara mudah. Indonesia membutuhkan dukungan teknis, teknologi, hingga pendanaan untuk memastikan sistem ketertelusuran berjalan optimal.

Faisal menilai, Uni Eropa seharusnya tidak hanya menetapkan aturan, tetapi juga berperan aktif membantu negara mitra dagangnya.

“Jika ingin memastikan komoditas yang masuk legal dan bebas deforestasi, Uni Eropa juga harus membantu negara berkembang untuk memenuhi standar tersebut,” jelasnya.

Momentum Perbaikan Tata Kelola Sawit

Di sisi lain, kebijakan EUDR juga bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperbaiki tata kelola sektor perkebunan. Faisal menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak lagi bisa mengandalkan ekspansi lahan, melainkan harus beralih ke strategi intensifikasi.

Pendekatan ini mencakup peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada, penggunaan bibit unggul, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

“Produktivitas harus ditingkatkan melalui strategi alternatif, termasuk intensifikasi dan peremajaan,” katanya.

Percepatan PSR Jadi Kunci Jawaban

Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan pemerintah adalah program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dikelola BPDP. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus memastikan aspek keberlanjutan dan legalitas lahan.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan percepatan penyaluran PSR dengan cakupan lahan mencapai:

  • 50.000 hektare peremajaan sawit rakyat

Program ini dinilai strategis dalam menjawab berbagai tantangan industri sawit nasional, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penyesuaian terhadap regulasi global seperti EUDR.

Selain itu, PSR juga menjadi instrumen penting dalam menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional, terutama di tengah meningkatnya tuntutan terhadap standar keberlanjutan.

Kombinasi Diplomasi dan Reformasi Jadi Penentu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faisal menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menghadapi EUDR tidak hanya bergantung pada diplomasi, tetapi juga pada reformasi internal sektor perkebunan. Kombinasi keduanya menjadi kunci utama untuk menjaga posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global.

Dengan langkah diplomasi yang kuat serta perbaikan tata kelola yang konsisten, Indonesia diyakini mampu menghadapi tekanan regulasi global sekaligus memperkuat daya saing ekspor di masa depan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tembus 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Obligasi Panda Bonds di China Lawan Tekanan Global

Tembus 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Obligasi Panda Bonds di China Lawan Tekanan Global

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kenaikan ini memperkuat narasi pemerintah bahwa kombinasi kebijakan fiskal dan moneter mulai membuahkan hasil,
Ketua OJK Friderica: Dana Asing Kabur Bukan Salah RI, Tapi Efek Geopolitik dan Ekonomi Dunia

Ketua OJK Friderica: Dana Asing Kabur Bukan Salah RI, Tapi Efek Geopolitik dan Ekonomi Dunia

Serangkaian reformasi struktural digencarkan untuk memperkuat kepercayaan investor global dan meningkatkan kualitas pasar.
Airlangga Bongkar Biang Kerok Modal Asing Kabur dari RI

Airlangga Bongkar Biang Kerok Modal Asing Kabur dari RI

Airlangga menegaskan bahwa fenomena capital outflow kini menjadi perhatian utama pemerintah di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.
Awalnya Ogah Masuk Politik, Ini Kisah Sherly Tjoanda Jadi Gubernur Malut Diiringi Tangis Usai Suami Meninggal

Awalnya Ogah Masuk Politik, Ini Kisah Sherly Tjoanda Jadi Gubernur Malut Diiringi Tangis Usai Suami Meninggal

Sherly Tjoanda mengaku awalnya menolak terjun ke dunia politik setelah tragedi yang merenggut nyawa sang suami, Benny Laos. Namun, di tengah duka dan tekanan.
Jalanan Provinsi Jadi Konsen Dedi Mulyadi: Banyak Ditemukan Banner Dipaku di Pohon hingga Pohon Menghitam Karena Penggorengan Tahu, Langsung Ditertibkan

Jalanan Provinsi Jadi Konsen Dedi Mulyadi: Banyak Ditemukan Banner Dipaku di Pohon hingga Pohon Menghitam Karena Penggorengan Tahu, Langsung Ditertibkan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memanfaatkan kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Sabtu (2/5/2026) lalu sebagai momen monitoring dan evaluasi pembangunan.
Harga Emas Pegadaian Ambles, Antam Turun ke Rp2,871 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Ambles, Antam Turun ke Rp2,871 Juta per Gram

Berikut rincian harga emas di Sahabat Pegadaian pada Rabu 6 Mei 2026

Trending

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Kata-Kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China di Piala Asia U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan pernyataannya setelah berhasil meraih kemenangan 1-0 atas China. Garuda Asia berhasil merengkuh tiga poin penuh dalam pertandingan di Piala Asia U-17 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan raihan yang positif. Hal ini seakan membungkam keraguan yang sempat disematkan kepada pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT