GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengaku Emosi ke Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Sebut Ririn Tak Bayar Lunas Jasa Pencairan Dapen Aman Yani

Ahmad Khotibul mengaku emosi ke Dedi Mulyadi karena jasa pencairan dana pensiun Aman Yani belum dibayar lunas oleh Ririn. Simak pengakuan Khotib selengkapnya!
Rabu, 20 Mei 2026 - 12:58 WIB
Dedi Mulyadi dan Ahmad Khotibul
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Fakta baru kembali terungkap dalam polemik dana pensiun Aman Yani yang belakangan ramai dibahas publik. Kali ini, Ahmad Khotibul blak-blakan mengaku sempat emosi karena jasa pengurusan pencairan dana pensiun yang ia bantu ternyata tidak dibayar lunas oleh Ririn.

Pengakuan itu disampaikan langsung Ahmad Khotibul saat berbincang dengan Dedi Mulyadi. Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa Ahmad Khotibul merasa kecewa karena bukan hanya pembayaran jasanya yang belum tuntas, tetapi juga janji untuk datang menemuinya setelah urusan selesai ternyata tidak pernah ditepati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan skema yang sangat rapi dan terencana dalam proses pencairan dana pensiun atas nama Aman Yani.

Ahmad Khotibul menjelaskan bahwa sebelumnya ia memang mendapat kesepakatan success fee dari proses pencairan dana tersebut. Namun, pembayaran yang diterimanya ternyata tidak penuh.

“Saya dapat Rp70 juta waktu itu. Rp70 juta sisanya berarti Rp50 juta. Rp50 jutanya gimana, Rin? Ya nanti cicilkan, ini kan bayarnya belum semua. Sambil berjalan. Ya sudah kalau gitu kamu diangsur juga enggak apa-apa,” ujar Ahmad Khotibul.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi heran karena seorang pengacara mau menerima pembayaran jasa hukum dengan sistem cicilan.

“Pengacara sampai ngangsur gitu nerima gitu. Oh iya baik banget pengacaranya,” kata Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ahmad Khotibul kemudian mengungkap bahwa pembayaran tersebut berjalan cukup lama dan dilakukan dengan sistem angsuran bulanan. Namun, pembayaran itu juga tidak selalu lancar.

“Dibayarlah itu dan berjalannya waktu 30 kali angsuran. Jadi masih kurang 20 angsuran, tiap bulan tapi masih ada lah macetnya. Kalau diingatkan bayar,” ungkap Ahmad Khotibul.

Dedi Mulyadi pun sempat menyinggung kemungkinan sumber pembayaran angsuran tersebut berasal dari ATM yang sebelumnya digunakan dalam proses pencairan dana pensiun.

“Mungkin dia ngambil ATM itu,” ujar Dedi Mulyadi.

“Itu fakta yang saya rasakan seperti itu,” jawab Ahmad Khotibul.

Tak hanya soal pembayaran jasa yang belum lunas, Ahmad Khotibul juga mengaku mulai merasa janggal karena sosok yang mengaku sebagai Aman Yani tidak pernah benar-benar menemuinya secara langsung.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi terakhir terjadi pada Februari 2023 melalui WhatsApp. Saat itu, orang yang mengaku sebagai Aman Yani kembali meminta bantuannya terkait pengkinian data di Dana Pensiun.

Namun, Ahmad Khotibul mengaku sudah tidak lagi melayani permintaan tersebut karena merasa kecewa dan mulai curiga.

“Jujur sudah enggak ngeladenin. Tapi saya waktu itu ya sudah agak cuek gitu kan. Juga karena saya capek dijanjikan katanya selesai mau datang enggak datang,” ujar Ahmad Khotibul.

Menurut Ahmad Khotibul, sejak awal dirinya selalu dijanjikan akan ditemui langsung setelah urusan selesai. Namun kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi.

“Kalau sudah selesai perkara ini diurus Pak Khotib akan datang, akan mengucapkan terima kasih. Enggak datang juga,” lanjut Ahmad Khotibul.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung menimpali dengan nada bercanda.

“Enggak datang, emang enggak ada orangnya,” kata Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ahmad Khotibul pun mengakui bahwa dari situlah emosinya mulai muncul karena merasa dibohongi sekaligus belum menerima pembayaran penuh.

“Nah dari situ maka ada semacam ya emosi juga sih,” ungkap Ahmad Khotibul.

“Dan enggak lunas kan ya,” sahut Dedi Mulyadi.

“Kurang, masih kurang,” jawab Ahmad Khotibul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perbincangan itu, Ahmad Khotibul juga mengungkap bahwa orang yang mengaku sebagai Aman Yani sempat mengatakan dirinya berada di Singapura ketika dihubungi terkait pengkinian data Dana Pensiun. Hal itu semakin menambah tanda tanya besar dalam kasus yang kini ramai menjadi perhatian publik tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Surya Paloh Minta Pemerintah Evaluasi Jika IHSG Rontok Melulu

Surya Paloh Minta Pemerintah Evaluasi Jika IHSG Rontok Melulu

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot pada hari ini, Rabu (20/5/2026).
Prabowo Murka, Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Jika Tak Mampu Bereskan Carut-Marut

Prabowo Murka, Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Jika Tak Mampu Bereskan Carut-Marut

Prabowo secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera mengevaluasi pimpinan Bea Cukai.
Prabowo Kritik Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh 35 Persen, Tapi Angka Kemiskinan Malah Naik

Prabowo Kritik Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh 35 Persen, Tapi Angka Kemiskinan Malah Naik

Pernyataan itu disampaikan saat Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR, Jakarta.
Leo/Daniel Ungkap Biang Kerok Tersingkir di Babak Pertama Malaysia Masters 2026

Leo/Daniel Ungkap Biang Kerok Tersingkir di Babak Pertama Malaysia Masters 2026

Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin buka suara usai langsung tersingkir di babak pertama Malaysia Masters 2026.
Dua Residivis Begal Motor Bersenjata Tajam di Jakarta Utara Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Dua Residivis Begal Motor Bersenjata Tajam di Jakarta Utara Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan aksi pencurian kendaraan sepeda motor yang dilakukan oleh dua pria di Jalan Raya Pluit Karang Utara, Jakarta Utara, pada Rabu (20/5/2026).
Derbi DIY Kembali Tersaji di Super League Musim Depan, Nova Arianto: Pertandingan yang Ditunggu Warga Jogja

Derbi DIY Kembali Tersaji di Super League Musim Depan, Nova Arianto: Pertandingan yang Ditunggu Warga Jogja

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengaku bahagia melihat PSS Sleman kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Trending

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata menyimpan cerita menarik. Sang agen mengungkap bahwa Red Sparks sempat lebih dulu minat ke Megatron.
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Saat touring di kawasan Cipanas, Cianjur, Dedi Mulyadi mendadak menghentikan kendaraannya untuk melakukan inspeksi langsung di area penataan eks Hibisc Fantasy.
Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate memang menambah kekuatan, namun tim tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi jika ingin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT