Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyikapi misteri kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam hari WIB.
Kali ini Dedi Mulyadi kembali mengundang adik Aman Yani, Titi. Pasalnya, nama Aman Yani diseret oleh Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni.
Selain adik Aman Yani, Dedi Mulyadi juga menghadirkan kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan. Hal ini bertujuan untuk membuka tabir siapa pelaku utama pembunuhan yang sebenarnya.
Di kesempatan itu, KDM sapaannya menyoroti keberadaan Aman Yani. Ia pun membantu keluarga untuk mencari sosok pensiunan pegawai perbankan daerah tersebut.
"Saya bertemu dengan adiknya Pak Aman Yani yang hari ini (Aman Yani) tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi dilansir tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).
Gubernur Jabar itu kemudian menampilkan foto sosok Aman Yani. Tujuannya memudahkan proses pencarian pensiunan pegawai perbankan daerah tersebut.
Dedi Mulyadi Bicara Misteri Hilangnya Aman Yani
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi Mulyadi sempat mengundang pihak keluarga Aman Yani. Hal itu terjadi setelah Ririn Rifanto mencatutkan namanya pasca sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.
Saat itu Ririn membantah sebagai pelaku pembunuhan Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.
Ririn mengungkap ada empat nama lain terlibat dalam kasus ini, antara lain Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko. Adapun dalang utama pembunuhan sadis ini adalah sosok Aman Yani.
Dari pertemuan itu, KDM menganggap Aman Yani sebagai sosok yang penuh misteri. Ia menyampaikan hal ini setelah adiknya mengungkapkan bahwa kakaknya telah menghilang sejak awal 2016.
"Pak Aman Yani ini sosok misterius yang ada, bahkan sempat disebut sebagai otak pelaku pembunuhan keluarga Budi atau Haji Sahroni oleh Ririn," terangnya.
Lebih lanjut, Gubernur Jabar itu juga sudah mendengar penjelasan dari Titi, adik Aman Yani. Selama ini ada banyak kejanggalan sejak menghilangnya Aman Yani.
Hal ini mendorong dirinya mengundang Ahmad Khotibul. Tujuannya meminta penjelasan kuasa hukum tersebut terkait dana pensiun yang diduga sudah dicairkan Aman Yani melalui Ririn Rifanto.
Dedi Mulyadi pun coba menguraikan seluruh fakta yang didapatkan olehnya terkait pencairan dana pensiun Aman Yani.
"Yang pertama, apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari Bapak pengacara Khotib, bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak walaupun si pemberi kuasa dan yang diberi kuasa tidak bertemu," tuturnya.
KDM Minta Aman Yani Pulang
Menyikapi hal ini, KDM mendesak Aman Yani muncul ke ruang publik. Ia berharap agar pensiunan pegawai perbankan tersebut pulang ke rumah.
KDM merasa kemunculan Aman Yani sangat penting. Selain bisa melegakan keluarga, kehadirannya juga untuk mengungkap misteri kasus pembunuhan ini.
Ia memberikan penawaran yang menggiurkan kepada Aman Yani. Mantan anggota DPR RI ini berjanji akan memberikan tambahan dana pensiunnya menjadi Rp750 juta.
"Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin jadi Rp750 juta deh, saya kasih buat bapak asalkan bapak balik," ucap KDM.
"Sekarang balik ke rumah di Indramayu temui istri, anak-anak dan keluarga walaupun istrinya sudah menjadi mantan," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga meminta bantuan kepada publik untuk mencari sosok Aman Yani. Ia memastikan bagi pihak yang menemukan akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp750 juta.
"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya kasih juga Rp750 juta. Silakan bawa Bapak Aman Yani balik ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua," katanya.
Ia berharap dari sayembara ini dapat menuntaskan kasus pembunuhan yang menimpa Haji Sahroni dan empat keluarganya. Ia tidak peduli apakah Aman Yani masih hidup atau sudah meninggal dunia.
(hap)
Load more