Hot News: PKL Cicadas Minta Ganti Rugi Miliaran ke Dedi Mulyadi, Rencana KDM Ubah Alun-alun Jadi Kota Tua, hingga Sayembara Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - TIga berita terpanas yang jadi hot news hari ini, mulai dari isu polemik penertiban pedagang kaki lima di Cicadas Bandung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, rencana mengubah kawasan alun-alun menjadi “Kota Tua”, hingga sayembara fantastis Rp750 juta untuk mencari sosok misterius Aman Yani.
Tiga isu tersebut langsung menjadi hot news karena menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari penataan kota, hak pedagang kecil, pelestarian budaya, hingga misteri kasus kriminal yang belum tuntas.
Gaya komunikasi Dedi Mulyadi yang lugas dan emosional juga membuat setiap pernyataannya cepat menyebar luas di berbagai platform digital.
Di tengah pujian dan kritik yang datang bersamaan, Dedi Mulyadi tampak tetap konsisten membawa gaya kepemimpinan yang tegas namun penuh narasi kemanusiaan. Berikut tiga berita paling populer yang menjadi sorotan publik hari ini.
1. PKL Cicadas Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Ganti Rugi Miliaran
Penertiban pedagang kaki lima di trotoar Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Bandung, menjadi perbincangan panas setelah sejumlah PKL menolak kompensasi Rp10 juta dari pemerintah dan meminta ganti rugi hingga miliaran rupiah.
Aksi pembongkaran lapak tersebut viral usai video unggahan akun TikTok @spirit.id menyebar luas. Menanggapi protes para pedagang, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang tidak biasa.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / TikTok @spirit.id
“Dan saya sampaikan buat bapak dan ibu, saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya,” ujar Dedi Mulyadi melalui Instagram pribadinya.
KDM mengakui bahwa kebijakan penertiban memang tidak akan menyenangkan semua pihak. Namun menurutnya, trotoar harus dikembalikan kepada fungsi utamanya sebagai ruang pejalan kaki.
“Memang pedagang kaki lima itu perlu hidup karena perlu membiayai keluarga, tetapi trotoar bukan untuk pedagang, trotoar untuk berjalan kaki,” tegasnya.
Penertiban tersebut dilakukan untuk mendukung proyek Bus Rapid Transit serta penataan ruang publik Kota Bandung. Meski begitu, Dedi menegaskan pemerintah tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan dengan memberikan bantuan ekonomi kepada para PKL.
Ia juga menjawab tuntutan kompensasi miliaran rupiah yang dianggap tidak realistis.
“Kalau saya harus memberi miliar-miliar, enggak mungkin juga karena kemampuan keuangan kita kan tidak mungkin ngasih bantuan bermiliar-miliar pada orang-orang,” katanya.
Kebijakan ini kembali memunculkan diskusi publik soal keseimbangan antara penataan kota dan perlindungan ekonomi masyarakat kecil.
2. KDM Ingin Alun-alun Jadi Kawasan Kota Tua Bernuansa Sunda
Di tengah polemik penertiban PKL, Dedi Mulyadi juga membawa kabar baik untuk masyarakat Jawa Barat. Ia berencana mengubah konsep alun-alun di sejumlah daerah menjadi kawasan “Kota Tua” bernuansa budaya Sunda.
Salah satu kawasan yang akan ditata adalah sepanjang Jalan Tuparev di Kabupaten Karawang. Penataan ini menjadi bagian dari program Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
- YouTube
“Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi batu tulis berisi pesan-pesan cinta dan nilai budaya Sunda.
“Nanti Alun-alun menjadi kawasan Kota Tua Karawang,” lanjutnya.
Konsep Kota Tua ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga identitas budaya daerah. Dedi berharap Karawang dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang nyaman, bersih, dan memiliki nilai historis kuat.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh juga menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai pembangunan daerah harus tetap berpijak pada nilai kasih sayang, kebersamaan, dan persatuan.
Program ini rencananya akan direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027.
3. Sayembara Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani
Kabar lain yang tak kalah menyita perhatian datang dari kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu. Dalam perkembangan terbaru, Dedi Mulyadi kembali membahas sosok misterius bernama Aman Yani yang disebut dalam persidangan kasus tersebut.
Nama Aman Yani mencuat setelah terdakwa Ririn Rifanto menyebut dirinya sebagai dalang utama pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni.
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa
Dedi bahkan mengundang adik Aman Yani bernama Titi untuk menggali informasi lebih jauh terkait keberadaan mantan pegawai perbankan tersebut.
“Pak Aman Yani ini sosok misterius yang ada, bahkan sempat disebut sebagai otak pelaku pembunuhan keluarga Budi atau Haji Sahroni oleh Ririn,” ujar KDM.
Menurut penuturan keluarga, Aman Yani telah menghilang sejak awal 2016. Kondisi itu membuat misteri kasus pembunuhan semakin rumit.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi bahkan menawarkan hadiah fantastis agar Aman Yani mau kembali muncul ke publik.
“Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin jadi Rp750 juta deh,” ucapnya.
Tak hanya itu, KDM juga menjanjikan hadiah Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani dan membawanya pulang ke Indramayu.
Kasus ini kini terus menjadi perhatian publik karena dinilai menyimpan banyak kejanggalan. Dedi berharap kemunculan Aman Yani dapat membantu mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus pembunuhan yang mengguncang Indramayu tersebut. (udn)
Load more