News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci!

Buya Yahya dalam sebuah ceramah mengingatkan banyaknya setan saat Pemilu. Oleh karenanya, Buya Yahya memberi pesan ini kepada semua pihak, termasuk timses.
Minggu, 4 Februari 2024 - 16:00 WIB
Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci!
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV

Jakarta, tvOnenews.com - Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya dalam sebuah ceramah mengingatkan banyaknya setan saat Pemilihan Umum (Pemilu).

“Pemilihan umum, pemilu itu setan banyak bermain ngadu domba,” tandas Buya Yahya secara tegas, dikutip tvOnenews.com pada Minggu (4/2/2024) dari YouTube Al-Bahjah TV. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, Buya Yahya memberi pesan kepada para tim sukses (timses) dan masyarakat yang beda pilihan calon presiden (capres).

“Hei para Tim Sukses (timses) calon presiden yang akan datang dengar kalau Anda ingin selamat kalau Anda betul memperjuangkan negeri ini, dengar ini,” ujar Buya Yahya 

Maka demi kebaikan semua pihak, sebaiknya seluruh pihak ikuti nasihat Buya Yahya berikut ini.


Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci! (Sumber: Istimewa)

“Makanya kami serukan kepada aktivis-aktivis atau politisi politisi atau siapapun pakai rumus sederhana deh,” kata Buya Yahya menambahkan.

Maka jika ingin selamat di akhirat, Buya Yahya mengingatkan agar mendengarkan nasihat beliau berikut ini.

“Anda pendukung siapa cukup gini loh!” ujar Buya Yahya.

“Hei Tim Sukses kalau memang Anda ingin memperjuangkan negeri Ini dengar cukup sanjung bosmu sesuai dengan pengetahuanmu sampai di situ jangan mencaci yang di sebelah. Selesai,” kata Buya Yahya mengingatkan semua.

Buya Yahya mengingatkan agar jangan saling caci maki.

Jika Anda dukung paslon yang A maka jangan hina paslon yang B atau C.


Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci! (Sumber: Istimewa)

Jika semua saling caci maki maka kata Buya Yahya artinya semua tidak layak.

“Jangan mencaci yang di sebelah. Yang repot mencaci, kalau mencaci dia mencaci caci berarti kalau sudah begitu enggak layak semuanya memimpin,” ujar Buya Yahya.

Karena jika sudah mencaci artinya hatinya busuk.

Kata Buya Yahya karena sering mencaci akhirnya bisa berantem antar warga.

“Di bawah ini pendukung itu saja bosnya dicaci, berantem di mushola. Grup wa jadi gak enak,” kata Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar Timses semua paslon untuk menjaga agar tidak mencaci maki paslon lainnya.

“Makanya tolong ini Tim Sukses (timses) dimanapun berada bahwasanya cukup sanjung bosmu sepuasmu yang penting jangan bohong,” kata Buya Yahya mengingatkan.

“Kemudian setelah itu nggak perlu mencari-cari kejelekan calon yang di sebelah situ, selesai,” tandas Buya Yahya menambahkan.


Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci! (Sumber: Istimewa)

Jika semua menerapkan hal itu, Buya Yahya yakin pemilu akan damai.

“Habis itu minum teh bersama,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya berharap semua menyuarakan hal tersebut.

Bukan hanya untuk timses resmi, namun juga untuk masyarakat yang mendukung paslon-paslonnya.

Mari ciptakan pemilu yang damai tanpa mencaci maki dan membuat masyarakat terpecah pelah.

“Saya ingin ini disuarakan semuanya. Sehingga musala tetap enak. Beda pilihan minum teh bersama, shalat jamaah bisa asyik. Tapi kalau tidak nauzubillah berantem,” ujar Buya Yahya.

Padahal kata Buya Yahya, setelah pemilu antara paslon bisa jadi akan bersatu. Namun di masyarakat masih terpecah.

“Padahal antara calonnya dengan calon satu dua tiga kadang-kadang sudah yang satu jadi presiden satu jadi menteri satu ini akur mereka, di bawah masih berantem gulat,” kata Buya Yahya.

Jika itu terjadi, maka kata Buya Yahya itu adalah kebodohan.

“Nah ini kan kebodohan kita, nah ini adu domba tadi babnya,” jelas Buya Yahya.


Hati-hati, Buya Yahya Ingatkan Saat Pemilu Setan Banyak Bermain: Jangan Saling Mencaci! (Sumber: Istimewa)

Buya Yahya sangat mewanti-wanti kepada semua agar jangan sampai berantem hanya karena beda dukungan. 

“Gak usah caci maki, biasa saja, Anda dukung sudah baik, Masya Allah,” kata Buya Yahya.

“Terus temennya ngomong baik sepengetahuan dia dong. Anda tidak pernah kenal calonnya dia maka Anda tidak tahu dong kebaikannya,” sambung Buya Yahya.

Maka karena tidak mengetahui calon yang teman Anda dukung mohon tidak mencaci maki. 

“Dia nggak tahu calon Anda, nggak boleh dong ngomong kejelekannya.” jelas Buya Yahya. 

“Misalnya Anda berbeda dengan kami anda punya calon Syiah karena Anda sering mempelajari Anda tahu dong. Kebaikan dia saya nggak tahu, saya punya calon B saya yang tahu ya sudah selesai cukup saya sanjung ke saya tanpa harus saya mencaci orang yang Anda sanjung,” sambung Buya Yahya seraya memberikan contoh.

Jika semua begitu maka tidak akan terjadi yang namanya caci maki.

Buya Yahya kemudian berdoa agar semua dapat menjaga hati dan lisan dalam Pemilu 2024 ini.

“Semoga Allah menjaga hati kita semuanya, menjaga lisan kita semuanya, menjaga kuping kita untuk tidak mendengar kecuali yang diridhoi oleh Allah wallahualam Bishawab,” tutup Buya Yahya.

Itulah nasihat Buya Yahya untuk Pemilu.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam,agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu’alam

(put)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teks Khutbah Jumat 6 Januari 2026: Persiapan Ramadhan, Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Teks Khutbah Jumat 6 Januari 2026: Persiapan Ramadhan, Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Berikut contoh teks khutbah Jumat 6 Januari 2026: Persiapan Ramadhan, Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban.
Valuasi Perusahaan Diduga Tak Layak Melantai di Bursa, PT MML Raup Rp97 Miliar Saat IPO, Polisi Tetapkan Lima Tersangka

Valuasi Perusahaan Diduga Tak Layak Melantai di Bursa, PT MML Raup Rp97 Miliar Saat IPO, Polisi Tetapkan Lima Tersangka

Penyidik Polri terus mengembangkan dugaan pidana pasar modal yang dilakukan PT MML dengan kode saham PIPA. 
Fakta-fakta di Balik Kasus Dugaan Rekayasa BAP Narkotika di Polsek Cilandak, Ternyata....

Fakta-fakta di Balik Kasus Dugaan Rekayasa BAP Narkotika di Polsek Cilandak, Ternyata....

Polisi membantah soal adanya rekayasa berita acara pemeriksaan (BAP) yang diduga mengubah laporan kasus penganiayaan menjadi perkara narkotika di Polsek Cilandak.
Profil KH Manarul Hidayah yang Gantikan Ma'ruf Amin jadi Plt Ketua Dewan Syuro PKB

Profil KH Manarul Hidayah yang Gantikan Ma'ruf Amin jadi Plt Ketua Dewan Syuro PKB

Kiai Haji Manarul Hidayah menggantikan pelaksana tugas ketua dewan syura PKB pengganti mantan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
Rentetan Kasus Pemerasan Sudewo, KPK Periksa Plt Bupati dan Sekda Kabupaten Pati

Rentetan Kasus Pemerasan Sudewo, KPK Periksa Plt Bupati dan Sekda Kabupaten Pati

Penyidikan kasus tindak pidana korupsi terkait pemerasan pengisian jabatan di Kabupaten Pati yang menyeret nama Bupati nonaktif Sudewo terus bergulir.
Top 3 Bola 4 Februari 2026: Standar Naturalisasi Timnas Indonesia Naik, MU Juara, hingga Curhatan Bruno Moreira

Top 3 Bola 4 Februari 2026: Standar Naturalisasi Timnas Indonesia Naik, MU Juara, hingga Curhatan Bruno Moreira

Top 3 Bola 4 Februari 2026: John Herdman tetapkan standar ketat naturalisasi Timnas Indonesia, peluang juara Manchester United, dan Persebaya disorot.

Trending

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Top 3 Bola 4 Februari 2026: Standar Naturalisasi Timnas Indonesia Naik, MU Juara, hingga Curhatan Bruno Moreira

Top 3 Bola 4 Februari 2026: Standar Naturalisasi Timnas Indonesia Naik, MU Juara, hingga Curhatan Bruno Moreira

Top 3 Bola 4 Februari 2026: John Herdman tetapkan standar ketat naturalisasi Timnas Indonesia, peluang juara Manchester United, dan Persebaya disorot.
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Penuh Emosi! Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal, Misi Balas Kekalahan 4 Tahun Lalu

Penuh Emosi! Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal, Misi Balas Kekalahan 4 Tahun Lalu

Dua pemain Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habiebie dan Syauqi Saud, menyambut antusias laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 yang akan mempertemukan skuad Garuda dengan Jepang.
Dittipideksus Bareskrim Polri Tetapkan Pasutri Pemegang Saham PT MPAM Jadi Tersangka, Modus Beli Saham Murah Jual Mahal

Dittipideksus Bareskrim Polri Tetapkan Pasutri Pemegang Saham PT MPAM Jadi Tersangka, Modus Beli Saham Murah Jual Mahal

Pasangan suami istri (Pasutri) dan satu orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dalam kasus tindak pidana pasar modal dengan modus beli saham murah dan menjual dengan harga mahal untuk mengambil keuntungan, di PT Minna Padi Asset Manajemen.
Gebrakan Mensos Gus Ipul usai Tragedi Pilu Siswa SD Gantung Diri di NTT, Buntut Tak Dibelikan Buku dan Pena

Gebrakan Mensos Gus Ipul usai Tragedi Pilu Siswa SD Gantung Diri di NTT, Buntut Tak Dibelikan Buku dan Pena

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) prihatin siswa SD, YBS (10) tewas bunuh diri di Ngada, NTT. Ia janji pendampingan diperkuat agar tidak terulang lagi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT