GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soroti Fatwa Salam Lintas Agama soal Toleransi, MUI Bilang Tidak Semua Aspek dalam Islam Bisa Ditoleransi!

Wasekjend MUI KH Arif Fahrudin merespon fatwa salam lintas agama sebagai wujud upaya toleransi yang digelar Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII.
Sabtu, 1 Juni 2024 - 12:27 WIB
Wasekjend MUI KH Arif Fahrudin menanggapi keputusan fatwa salam lintas agama soal toleransi
Sumber :
  • MUI

Bangka Belitung, tvOnenews.com - Wakil Sekretaris Jenderal MUI KH Arif Fahrudin merespons soal fatwa salam lintas agama sebagai wujud upaya dalam menjaga toleransi.

Menurut Wasekjend MUI itu, toleransi masih memiliki batasan dalam ajaran Islam meski sesuai sunnatullah dan sunnah Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak semua aspek dalam Islam bisa ditoleransi," ungkap KH Arif Fahrudin dikutip tvOnenews.com, Sabtu (1/6/2024).

Ia menjelaskan bahwa, fatwa salam lintas agama yang digelar melalui Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII tidak sesuai ajaran Islam terkait masalah percampuran aqidah dan ritual keagamaan.

"Sehingga mengaburkan garis demarkasi antara wilayah akidah dan muamalah," katanya.


Ilustrasi toleransi agama. (Freepik/prostooleh)

Hal itu menunjukkan kandungan Surat Al Kafirun ayat 6 "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku".

Meski begitu, KH Arif menyatakan umat Muslim harus meneladani sikap toleransi dari Rasulullah SAW kepada umat antar agama jika diambil perspektif muamalah dan relasi sosial-budaya.

Ia mengambil contoh saat Rasulullah SAW memberikan kasih sayangnya kepada seorang nenek tuna netra dengan keyakinan Yahudi.

Padahal nenek tuna netra Yahudi tersebut selalu menjelekkan Rasulullah SAW di semasa hidupnya.

Kebetulan Wasekjend MUI itu juga menjadi Anggota SC Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII.

Ia pun memaparkan bahwa, fatwa salam lintas agama diputuskan karena melihat adanya pertimbangan kondisi sosial dan budaya yang plural di masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan soal populasi umat Muslim yang berada di suatu wilayah lebih sedikit secara otomatis mereka akan ikut interaksi sebagai wujud tradisi lintas agama.

Hal itu membuat kerukunan masyarakat Indonesia tetap terjaga karena adanya tradisi lintas agama tersebut.

Namun, Muslim tidak harus memunculkan niatnya dalam meningkatkan amalan ibadah dan akidah saat menjalani toleransi beragama.

Ia mengambil contoh lain saat pejabat pemerintahan atau publik sedang memberikan sambutan sesuai keyakinan agamanya.

Ia pun menyarankan agar fatwa hasil Ijtima Ulama bisa dijalankan berdasarkan dari Fatwa Ijtima Ulama MUI.

"Pejabat juga diharapkan menggunakan redaksi salam nasional agar semua pihak terangkum di dalamnya. Namun jika hal di atas tidak memungkinkan, maka pejabat publik atau pejabat di pemerintahan juga mendapat alasan syar'i (udzur syar'i) dengan syarat tidak diniatkan sebagai bentuk sinkretisme ibadah," jelasnya.

tvonenews

KH Arif mempercayai masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam mewujudkan toleransi agama di setiap wilayahnya masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sesungguhnya yang disampaikan dari forum ini adalah pentingnya menjaga moderasi beragama dengan memposisikan toleransi antar umat beragama dalam proporsinya yaitu saling menghormati," terangnya.

"Saling menghargai, dan saling memperkuat kerukunan tanpa terjebak ke dalam praktik ekstremisme yang sempit dan toleransi yang melewati batas akidah dan syariah," tandasnya. (hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Setiap Hari Jumat Perbanyak Amalan ini Agar Mendapat Limpahan Pahala, Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber

Setiap Hari Jumat Perbanyak Amalan ini Agar Mendapat Limpahan Pahala, Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber

Banyak amalan yang bisa dilakukan di hari Jumat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahkan terdapat amalan yang lebih utama daripada membaca Al-Qur’an
KDM Dorong Naskah Akademik Cagar Budaya untuk Cegah 'Missing Link' Sejarah

KDM Dorong Naskah Akademik Cagar Budaya untuk Cegah 'Missing Link' Sejarah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menekankan pentingnya pendokumentasian sejarah melalui karya ilmiah untuk menjaga kelestarian peradaban budaya Sunda.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
News Terpopuler: Alasan Dua Juri LCC MPR di Kalbar Salahkan Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak Hingga Tak Minta Maaf

News Terpopuler: Alasan Dua Juri LCC MPR di Kalbar Salahkan Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak Hingga Tak Minta Maaf

Alasan dewan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI menyalahkan jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Alasan kedua dewan juri tak memberikan permohonan maaf secara langsung
KDM Janji Kucurkan Dana hingga Rp9 Miliar, Minta Spesifikasi Museum Pajajaran Bogor Disempurnakan

KDM Janji Kucurkan Dana hingga Rp9 Miliar, Minta Spesifikasi Museum Pajajaran Bogor Disempurnakan

KDM mengungkapkan adanya rencana alokasi anggaran sebesar Rp9 miliar untuk menyempurnakan fasilitas penyimpanan benda bersejarah di Museum Pajajaran Kota Bogor.
Dinkes DKI Temukan Banyak Faktor Penyebab Keracunan MBG di Pulogebang, Salah Satunya Menu Dimasak Terlalu Dini

Dinkes DKI Temukan Banyak Faktor Penyebab Keracunan MBG di Pulogebang, Salah Satunya Menu Dimasak Terlalu Dini

Ani menyebut keracunan juga disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, jarak menu tersebut dimasak dengan dikonsumsi terlalu lama.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak disambut hangat oleh Sekda Kalbar dan IKASMANSA Pontianak, mereka mendukung penuh keputusan sekolah.
Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Setelah menyatakan mundur dari perlombaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI, SMAN 1 Pontianak mengenang masa kemenangannya pada tahun 2025.
Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT