News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bolehkah Merayakan Tahun Baru 2026 Menurut Agama Islam? Ustaz Abdul Somad Ungkap Hukum dan Sejarahnya

Ustaz Abdul Somad (UAS) berpendapat hukum merayakan Tahun Baru 2026 untuk agama Islam masih boleh, selagi tidak mengikuti ritual keagamaan dan budaya umat lain.
Kamis, 1 Januari 2026 - 00:34 WIB
Suasana acara From Jakarta With Love pakai konsep perayaan Tahun Baru 2026 tanpa pesta kembang api, Minggu (31/12/2025)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Tahun Baru 2026 merupakan momentum paling dinantikan seluruh dunia. Bahkan sebagian umat Islam turut menyemarakkan kemeriahan Tahun Baru Masehi.

Namun Tahun Baru Masehi bukanlah tradisi agama Islam. Beberapa umat Muslim kerap mempertanyakan, "Apa hukum merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Agama Islam?".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Abdul Somad menjelaskan hukum merayakan malam Tahun Baru Masehi masih boleh. Sementara Tahun Baru 2026 jatuh pada Kamis, 1 Januari 2026.

"Apakah boleh kita pakai alat non-Muslim? Boleh, termasuk memakai kalender boleh," kata Ustaz Abdul Somad dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Tsaqofah TV, Rabu (31/12/2025).

Ketentuan Umat Islam Merayakan Tahun Baru Masehi

Ustaz Abdul Somad (UAS)
Ustaz Abdul Somad (UAS)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official

UAS sapaan akrabnya, memperbolehkan perayaan Tahun Baru Masehi. Namun begitu, ia mengingatkan ada ketentuan yang dilarang untuk umat Islam.

Ia menjelaskan selama tidak ada mengandung unsur ritual keagamaan, maka tidak menjadi masalah. Hal ini berurusan dengan kebudayaan hingga tradisi agama lain.

"Ketika sudah masuk dalam ritual ibadah, meniup terompet itu sudah masuk dalam ritual. Kemudian menyalakan lilin sudah ritual," katanya.

Di Indonesia sendiri, perayaan malam Tahun Baru Masehi dinilai sangat spesial. Banyak orang keluar rumah merayakan momen ini dengan cara berbeda-beda.

Kebanyakan dari mereka menggelar pesta pora, berhura-hura, meniup terompet, menyalakan kembang api dan petasan, kumpul bareng. Ironisnya, ada yang sampai melakukan pergaulan bebas seperti kegiatan seksual.

Ia mengatakan, kegiatan seperti itu telah mengikuti tradisi dan budaya umat lain. Menurutnya, hal macam tersebut hanya membuang waktu dan mengarah pada perbuatan dosa.

"Apalagi sampai membawa anak gadis orang yang tidak mahram. Oleh sebab itu maka kita jaga, tidak ada cara lain," jelasnya.

"Banyak sudah merusak akidah kepada Allah. Kita jaga negeri ini supaya tetap menjadi negeri Baldatun Thayyibatun (negeri yang baik, subur, dan makmur)," sambungnya.

Cara Merayakan Tahun Baru Masehi bagi Umat Islam

Suasana acara From Jakarta With Love saat perayaan Tahun Baru 2026, Minggu (31/12/2025)
Suasana acara From Jakarta With Love saat perayaan Tahun Baru 2026, Minggu (31/12/2025)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

UAS menyampaikan cara yang benar merayakan Tahun Baru Masehi untuk umat Islam. Orang mukmin bisa menggelar acara bernuansa religi berkaitan dengan agama Islam.

Ia mencontohkan gelaran tabligh akbar, acara sholawat, membaca Al-Quran, berdzikir. Lebih utama lagi meningkatkan amalan saleh lain dan ibadah sesuatu yang sangat dianjurkan untuk umat Islam.

"Selamatlah engkau, InsyaAllah. Saya tidak tahu apakah ada dzikir atau tidak, kalau ada mau membuat acara baguslah, tetap hadir pokoknya datang," tuturnya.

Ia menyarankan agar gelaran tabligh akbar hingga dzikir bersama semakin menggemar sejak akhir tahun sampai malam Tahun Baru Masehi. Hal ini menuntun agar orang mukmin bisa ibadah malam.

"Datang dzikirnya dibuat dari jam 9 sampai 12 malam. Jam 01.00 i'tikaf, shalat tahajud lalu pulang supaya selamat," terangnya.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Masehi

Dilansir dari Antara, jejak sejarah perayaan tahun baru pertama kali berasal dari bangsa Babilonia. Hal itu terjadi sekitar 4.000 tahun lalu atau sekitar 1696-1654 Sebelum Masehi (SM).

Perayaan tahun baru saat itu mulanya di pertengahan bulan Maret. Karena waktu dan musim silih berganti, bangsa Babilonia melakukan beberapa ritual.

Salah satu ritual dari bangsa Babilonia adalah Akitu. Gelaran ini berupa festival keagamaan selama 11 hari dibalut dengan berbagai jenis kegiatan.

Bangsa Romawi Kuno pada saat itu masih menggunakan kalender Romawi. Kalender ini berasal dari pendiri Roma bernama Romulus.

Kalender Romawi mulanya hanya 10 bulan atau terhitung 304 hari. Bulan Martius atau Maret menjadi awal tahun pada saat itu.

Raja kedua Roma, Numa Pompilius berinisiasi menambahkan dua bulan dalam kalender Romawi. Januarius dan Februarius sebagai bulan tambahannya yang kini dikenal Januari dan Februari.

Penetapan 1 Januari sebagai awal tahun berasal dari diktator Romawi, Julius Caesar dengan bantuan ahli astronomi asal Alexandria, Mesir, Sosigenes.

Bangsa Romawi menggelar perayaan tahun baru sejak malam 31 Desember hingga malam Tahun Baru Masehi. Hal itu bentuk menyambut tanggal 1 Januari sebagai penghormatan kepada Dewa Janus.

Hal ini memperkenalkan adanya Kalender Julian disusun oleh Julius Caesar. Kalender Mashi baru diresmikan pada tahun 1582 oleh pemimpin Vatikan, Paus Gregorius XIII.

Paus Gregorius XIII beralasan peresmian Kalender Masehi sebagai penyempurnaan Kalender Julian. Dari tradisi Sylvester Night berlangsung dari malam 31 Desember hingga memasuki 1 Januari, menjadi perjalanan sejarah perayaan Tahun Baru Masehi.

"Dirubah nama kalender ini bernama Gregorian Kalender. Makanya cari di internet Gregorian Kalender karena yang membuatnya Paus Gregorius," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akhirnya PBB mengambil kalender dari Vatikan Gregorian dipakailah. Dulu sebelumnya kerajaan-kerajaan agama Islam menggunakan kalender Hijriah, namun akhirnya diseragamkan di seluruh dunia. Akhirnya (Indonesia) dikirimkan kalender Masehi," pungkasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Namun, saksi lain dari pihak swasta berinisial AAR tidak memenuhi panggilan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN tersebut.
Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Hasan Basri Natamenggala, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi pada Senin (2/11). 
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Kabar Duka, KH Amjad Al Hafidz Penyusun Syair Asmaul Husna Meninggal Dunia

Kabar Duka, KH Amjad Al Hafidz Penyusun Syair Asmaul Husna Meninggal Dunia

Sosok KH Amjad Al Hafidz, penyusun syair Asmaul Husna yang sangat populer di tengah umat Islam di Indonesia, dikabarkan meninggal dunia, Selasa (3/11/2026).
Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.

Trending

Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk diprioritaskan
Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Duta Besar untuk Urusan Khusus Kemenlu Rusia mengungkap 9.213 warga sipilnya tewas dan 27 ribu orang lainnya luka akibat perang dengan Ukraina pecah sejak 2022.
Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Dapat Beasiswa Student Athlete ke Amerika Serikat, Samuel Maxson Bakal Tempuh 4 Tahun Pendidikan di Indianapolis

Dapat Beasiswa Student Athlete ke Amerika Serikat, Samuel Maxson Bakal Tempuh 4 Tahun Pendidikan di Indianapolis

Kabar baik datang dari perenang muda asal Indonesia, Samuel Maxson Septionus, yang berhasil mendapatkan beasiswa student athlete ke Amerika Serikat.
Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT