Mana yang Harus Didahulukan di Bulan Syawal: Puasa Qadha Ramadhan atau Puasa Sunnah Syawal?
- Pexels/ Gül Işık
tvOnenews.com - Bulan Syawal sering dimanfaatkan umat Islam untuk kembali meningkatkan ibadah setelah Ramadhan berlalu.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Namun, tak sedikit yang masih memiliki utang puasa Ramadhan (qadha), sehingga muncul pertanyaan: mana yang harus didahulukan?
Dalam sebuah penjelasan, Ustaz Adi Hidayat memberikan panduan yang tegas sekaligus bijak terkait hal ini.
Ia menekankan pentingnya memahami prioritas antara amalan wajib dan sunnah agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah.
Menurutnya, ketika seseorang memiliki kewajiban qadha puasa Ramadhan, maka hal tersebut harus didahulukan dibandingkan puasa sunnah Syawal.
- dok.ilustrasi freepik
“Jika bertemu qadha yang sifatnya wajib, dengan Syawal yang sifatnya sunnah, adabnya didahulukan yang qadha,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa secara waktu, qadha puasa memang memiliki rentang yang cukup panjang untuk ditunaikan.
Seorang Muslim diberi kesempatan hingga menjelang Ramadhan berikutnya untuk melunasi utang puasanya.
“Memang betul qadha masanya lebih panjang, ada kurang lebih 11 bulan mendatang, dari mulai Syawal sampai bertemu bulan Sya'ban berikutnya,” tambahnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui kapan ajal akan datang.
Inilah yang menjadi alasan utama mengapa kewajiban tidak boleh ditunda-tunda, meskipun secara waktu masih tersedia kesempatan.
- YouTube/Adi Hidayat Official
“Tapi penting diingat bahwa kita tidak bisa menentukan kapan ajal itu tiba,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Karena itu, ia menegaskan bahwa lebih baik seorang Muslim segera menyelesaikan utang puasanya agar tidak membawa beban kewajiban ketika kembali kepada Allah.
“Karena itu, daripada pulang kepada Allah membawa status berhutang, lebih baik selesaikan qadhanya, baru kemudian menunaikan puasa Syawal,” tutupnya.
Penjelasan ini menjadi pengingat bahwa dalam beribadah, prioritas harus selalu diberikan kepada yang wajib sebelum mengejar amalan sunnah.
Dengan demikian, ibadah yang dilakukan tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga tepat secara syariat.
Bagi umat Islam, momentum Syawal tetap bisa dimaksimalkan.
Setelah menyelesaikan qadha puasa, barulah puasa sunnah Syawal dapat dilakukan untuk meraih keutamaan yang dijanjikan. (gwn)
Load more