News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Meninggal karena Bencana Alam Apakah Termasuk Mati Syahid? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Orang yang meninggal dunia karena bencana alam apakah termasuk mati syahid? Simak penjelasa dari Ustaz Abdul Somad berikut ini.
Senin, 7 September 2026 - 16:24 WIB
Ilustrasi tsunami
Sumber :
  • Pexels/GEORGE DESIPRIS

tvOnenews.com - Bencana alam kerap datang secara tiba-tiba dan meninggalkan duka mendalam. Gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir, hingga kebakaran dapat menyebabkan korban jiwa. 

Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah orang yang meninggal akibat bencana alam termasuk dalam golongan orang yang mati syahid?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan tersebut pernah dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu kajiannya. 

Menurut UAS, terdapat beberapa bentuk kematian yang memiliki keutamaan sebagai kematian syahid. Namun, ada hal penting yang juga perlu diperhatikan dalam memahami kedudukan seseorang di hadapan Allah SWT.

Dilansir dari kanal YouTube Fodamara Media, Ustaz Abdul Somad menjelaskan sejumlah keadaan meninggal dunia yang disebut memiliki keutamaan syahid.

"Orang yang meninggal ketika melahirkan, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati kebakaran, syahid. Orang yang kecelakaan bencana, tertimpa gunung berapi, uap vulkanik, syahid," ujar Ustaz Abdul Somad.

Dari penjelasan tersebut, seseorang yang meninggal dunia akibat musibah atau bencana alam, seperti erupsi gunung berapi maupun tertimpa bangunan saat gempa, termasuk dalam keadaan yang disebut memiliki keutamaan syahid.

Ustaz Abdul Somad (UAS)
Ustaz Abdul Somad (UAS)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official

Ustaz Abdul Somad Jelaskan Pentingnya Niat

Meski demikian, Ustaz Abdul Somad mengingatkan bahwa persoalan syahid tidak semata-mata dilihat dari penyebab kematian secara lahiriah.

Beliau kemudian menyinggung pertanyaan yang sering muncul, yakni bagaimana cara membedakan seseorang meninggal dalam keadaan syahid atau tidak.

Menurut UAS, salah satu hal yang sangat penting adalah niat seseorang.

"Orang akan dibangkitkan sesuai niatnya," ujarnya.

Artinya, niat dan tujuan seseorang dalam menjalani aktivitas memiliki kedudukan yang penting. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk selalu menjaga niat baik dalam setiap langkah kehidupan.

UAS pun memberikan sebuah contoh seseorang yang melakukan perjalanan untuk tujuan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misal ada tugas dari kampus untuk penelitian, dia berangkat dari rumah mengucapkan doa Bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil lliyil adzim, kemudian sampai ke Jogja kena debu panas, mati, mati syahid," jelasnya.

Dalam contoh tersebut, seseorang berangkat dengan tujuan yang baik dan mengawali perjalanannya dengan doa serta berserah diri kepada Allah SWT.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2 

Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2 

Kolaborasi dalam pengelolaan sampah tidak cukup berhenti pada pertemuan atau kesepakatan di atas kertas. Kemitraan lintas sektor perlu diwujudkan melalui pening
Tak Cuma karena Dibantai Persija 1-5, Arema FC Ungkap Alasan Sebenarnya Pecat Marcos Santos

Tak Cuma karena Dibantai Persija 1-5, Arema FC Ungkap Alasan Sebenarnya Pecat Marcos Santos

Arema FC memecat Marcos Santos usai lima laga tanpa kemenangan dan kalah 1-5 dari Persija Jakarta. Manajemen mengungkap alasan lain di balik keputusan tersebut.
Viral Anak 10 Tahun di Subang Dilecehkan Tetangga Sendiri, RT dan Orang Desa Enggan Bantu Lapor ke Pihak Berwajib

Viral Anak 10 Tahun di Subang Dilecehkan Tetangga Sendiri, RT dan Orang Desa Enggan Bantu Lapor ke Pihak Berwajib

Kejadian tersebut terjadi pada 15 Oktober 2026 sekitar pukul 23.37 WIB, dimana pintu rumah lupa dikunci, sementara semua orang di rumah tersebut sudah tertidur.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Viral Foto Diduga Mirip Dirinya, Ruben Onsu Tulis Pesan Tegas

Viral Foto Diduga Mirip Dirinya, Ruben Onsu Tulis Pesan Tegas

Ruben Onsu menanggapi polemik foto tak senonoh yang diduga mirip dirinya lewat unggahan Instagram. Ia menyinggung cerita bohong, tuduhan, dan framing.
Petaka Usai Dihancurkan Persija 1-5, Marcos Santos Resmi Dipecat sebagai Pelatih Arema FC

Petaka Usai Dihancurkan Persija 1-5, Marcos Santos Resmi Dipecat sebagai Pelatih Arema FC

Arema FC secara resmi mengambil langkah dengan memecat Marcos Santos dari kursi kepelatihan. Keputusan ini diambil setelah kekalahan telak 1-5 dari Persija.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks anggota Kopassus menjadi korban pembacokan di Perumahan JGC, Cakung Timur, Jakarta Timur. Dalam peristiwa ini, korban dan pelaku sama-sama terluka namun dibawa ke rumah sakit berbeda.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla

Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10) diperingati dengan cara yang berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT