Siapa Ayudiah Rivana Tridiandinita? Atlet Pencak Silat Berprestasi Asal Semarang yang Meninggal Dunia Usai Operasi Jari Tengah
- Instagram.com/@koni.kotasmg
Cedera tersebut berupa patah tulang pada jari tengah. Setelah insiden itu, Ayudiah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Direktur Primaya Hospital Semarang, dr. Aditya Nugraha, menjelaskan Ayudiah tiba di instalasi gawat darurat (IGD) pada Senin sore.
Lokasi rumah sakit yang tidak jauh dari arena pertandingan menjadi salah satu alasan atlet tersebut mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan itu.
Setelah menjalani pemeriksaan, Ayudiah kemudian dijadwalkan menjalani operasi untuk menangani cedera pada jari tengahnya.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, sebelum operasi dilakukan, terdapat sejumlah tahapan medis yang harus dilalui. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kelayakan operasi, persetujuan tindakan medis, pemeriksaan laboratorium, serta pemberian obat-obatan, termasuk obat untuk mencegah infeksi.
Ayudiah menjalani operasi pada Selasa (27/10/2026) sore. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, tindakan operasi dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dan selesai sekitar pukul 19.30 WIB.
Operasi tersebut disebut bukan termasuk operasi besar atau operasi mayor. Setelah tindakan selesai, tim medis memeriksa kondisi Ayudiah dan menyatakan bahwa ia berada dalam keadaan baik serta stabil.
Nurfaqih juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menyampaikan kabar bahwa operasi telah selesai tanpa masalah.
"Atlet tersebut kemudian menjalani operasi pada sore hari Selasa 27 Oktober sekitar pukul 18.00 WIB di RS Primaya. Orang tuanya pada jam 19.30 WIB juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah. Namun, pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia (Ayudiah) sudah tidak ada," tuturnya, hari ini.
Pihak rumah sakit menyebut Ayudiah sempat sadar dan dapat berkomunikasi dengan petugas medis setelah operasi. Ia juga masih menerima obat-obatan sesuai penanganan yang diberikan dan sempat menggunakan telepon genggamnya.
Namun, pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, petugas rumah sakit mendapati Ayudiah tidak sadarkan diri ketika hendak membangunkannya.
Saat dilakukan pemeriksaan, ia diketahui tidak bernapas dan tidak ditemukan denyut jantung.
Kondisi tersebut mengejutkan pihak rumah sakit karena sebelumnya Ayudiah disebut berada dalam keadaan stabil setelah menjalani operasi.
Hingga Rabu (28/10/2026), penyebab pasti meninggalnya Ayudiah belum diketahui. Waktu kematiannya yang berdekatan dengan tindakan operasi tidak serta-merta membuktikan adanya hubungan sebab-akibat antara operasi dan kematiannya.
Load more