GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ramai Dibahas, RUU KUHAP Dinilai Masih Berpotensi Timbulkan Konflik Kewenangan

RUU KUHAP menuai sorotan publik karena dinilai belum mengatur tegas batas kewenangan antara Kepolisian dan Kejaksaan, berpotensi timbulkan konflik hukum.
Minggu, 20 Juli 2025 - 21:00 WIB
Ilustrasi palu hakim
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Proses pembaruan sistem hukum pidana Indonesia tengah menjadi perhatian publik melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Sebagai pilar utama sistem peradilan, KUHAP memiliki peran krusial dalam menentukan jalannya penegakan hukum yang adil, efisien, dan akuntabel.

Namun, dalam proses revisinya, muncul berbagai catatan kritis dari para ahli dan pemangku kepentingan. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah soal pembagian kewenangan antara Kepolisian dan Kejaksaan, dua institusi sentral dalam proses pidana. Harmonisasi peran kedua lembaga ini menjadi penting untuk menghindari konflik kewenangan dan tumpang tindih yang bisa berujung pada ketidakpastian hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reformasi hukum pidana semestinya tidak hanya menyesuaikan norma hukum dengan dinamika zaman, tetapi juga memastikan bahwa sistem penegakan hukum dapat bekerja secara efisien tanpa mengorbankan hak-hak warga negara. Kepastian prosedural dan batas kewenangan yang tegas menjadi pondasi penting untuk menjamin keadilan dalam proses hukum.

Ketika dua lembaga penegak hukum memiliki peran yang saling bersinggungan, sangat diperlukan aturan main yang jelas dan tidak multitafsir. Jika tidak diantisipasi dengan tepat, ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan konflik horizontal antarlembaga, memperlambat penanganan perkara, bahkan membuka celah penyalahgunaan kewenangan.

RUU KUHAP sebagai landasan hukum prosedural pidana diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dengan perumusan norma yang rigid dan tidak membuka ruang bagi interpretasi ganda. Dalam konteks ini, pandangan para pakar menjadi penting sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat substansi regulasi.

Pengamat Hukum Tata Negara Abd. R. Rorano S. Abubakar menyatakan bahwa RUU KUHAP masih menyimpan potensi tumpang tindih kewenangan antara Polri dan Kejagung.

“Hemat saya, ada beberapa pasal dalam RUU KUHAP yang belum secara tegas memisahkan kewenangan antara penyidikan oleh Kepolisian dan penuntutan oleh Kejaksaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menilai ketidakjelasan itu bukan hanya menimbulkan kebingungan prosedural, tetapi juga bisa merugikan pencari keadilan.

“Potensi tumpang tindih ini bisa menghambat proses hukum secara keseluruhan,” tambahnya.

Rorano menyoroti beberapa poin krusial yang perlu dikaji lebih lanjut. Pertama, soal mekanisme penyidikan bersama yang belum diatur secara rinci dalam RUU. Kedua, kewenangan jaksa dalam tahap penyidikan yang dinilainya berpotensi mengganggu independensi kepolisian. Ketiga, risiko bolak-balik berkas perkara (P19) yang bisa menghambat efisiensi penyelesaian kasus. Keempat, problem akuntabilitas yang kabur jika kewenangan tidak dipisahkan secara jelas.

“Penting sekali untuk memastikan bahwa setiap institusi memiliki mandat yang jelas dan tidak saling intervensi, kecuali dalam koordinasi yang sudah diatur rigid dan transparan,” tegasnya.

Lebih jauh, Rorano menekankan pentingnya keharmonisan antara aparat penegak hukum.

“RUU KUHAP harus menciptakan harmonisasi, bukan disharmoni, dalam penegakan hukum,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun merekomendasikan agar pembahasan pasal-pasal yang mengatur hubungan Polri dan Kejaksaan dilakukan secara lebih seksama.

“Perlu ada penegasan kembali mengenai domain masing-masing lembaga agar tidak ada celah untuk saling mengklaim atau saling lempar tanggung jawab. Prinsip check and balance harus tetap dijaga,” pungkasnya. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Negosiasi Kontrak Buntu, Pemain Serbabisa Inter Milan Ini Berpotensi Hijrah ke AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas

Negosiasi Kontrak Buntu, Pemain Serbabisa Inter Milan Ini Berpotensi Hijrah ke AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas

Inter Milan menghadapi situasi yang tidak mudah dalam upaya mempertahankan Carlos Augusto. Negosiasi kontrak baru antara kedua pihak dilaporkan alami kebuntuan.
PSSI Award Dapat Kritik Karena Digelar di Tengah FIFA Series, Ternyata John Herdman Tak Merasa Terganggu

PSSI Award Dapat Kritik Karena Digelar di Tengah FIFA Series, Ternyata John Herdman Tak Merasa Terganggu

Kritikan pada PSSI Award tak lepas dari para pemain yang seharusnya fokus melawan Bulgaria di babak final FIFA Series justru malah menghadiri acara hiburan. 
Kepada Gubernur KDM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ceritakan Kronologi Ustaz di Karawang Dikeroyok atas Dugaan Garap Istri Orang

Kepada Gubernur KDM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ceritakan Kronologi Ustaz di Karawang Dikeroyok atas Dugaan Garap Istri Orang

Bhabinkamtibmas hingga Babinsa diundang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengungkap kronologi pengeroyokan terhadap Ustaz FT di Tirtajaya, Karawang akibat dugaan selingkuh dengan istri orang.
Efek Domino Bastoni ke Barcelona: Inter Milan Mulai Dekati Agen Bek Arsenal Jelang Bursa Transfer

Efek Domino Bastoni ke Barcelona: Inter Milan Mulai Dekati Agen Bek Arsenal Jelang Bursa Transfer

Inter Milan mulai menyusun langkah strategis jelang bursa transfer musim panas. Nerazzurri itu bersiap menghadapi kemungkinan hengkangnya Alessandro Bastoni.
Paus Leo XIV Sebut Yesus Tolak Doa Orang-Orang yang Berperang: Tangan Mereka Penuh Darah

Paus Leo XIV Sebut Yesus Tolak Doa Orang-Orang yang Berperang: Tangan Mereka Penuh Darah

Paus Leo XIV mengungkapkan Tuhan menolak doa-doa orang yang melakukan peperangan. Ia mengatakan, doa mereka tidak akan didengar oleh Yesus dan langsung ditolak.
Sebanyak 4.864 Orang Tinggalkan Kota Jambi Selama Arus Balik Lebaran

Sebanyak 4.864 Orang Tinggalkan Kota Jambi Selama Arus Balik Lebaran

Pergerakan penumpang arus balik Lebaran di Terminal Alam Barajo Kota Jambi hingga 28 Maret 2026 tercatat sebanyak 4.864 penumpang berangkat dari di dalam termin

Trending

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Jelang final FIFA Series 2026, pengakuan menarik datang dari calon lawan Timnas Indonesia. Bintang Bulgaria sadar lawan berikutnya beda level usai pesta gol.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Tidak pernah disangka mantan pelatih timnas Indonesia ini memuji Beckham Putra. Dia melihat ada keunggulan ini dipemain Persib tersebut.
Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Duel tinju dunia antara Sebastian Fundora (24-1-1, 15 KO) vs Keith Thurman (31-2, 23 KO) yang memperebutkan gelar juara kelas welter super WBC telah selesai digelar di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026) siang WIB.
Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jay Idzes puji kualitas Elkan Baggott usai laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts. Kapten Garuda sebut Elkan aset besar jelang final FIFA Series lawan Bulgaria.
Terpopuler: Pelatih Bulgaria Sentil Level Timnas Indonesia, Bukan Beckham Putra atau Mauro Zijlstra Pemain Kunci di FIFA Series

Terpopuler: Pelatih Bulgaria Sentil Level Timnas Indonesia, Bukan Beckham Putra atau Mauro Zijlstra Pemain Kunci di FIFA Series

Kabar panas seputar Timnas Indonesia tengah jadi sorotan publik dan masuk dalam daftar berita terpopuler. Mulai dari sindiran hingga pujian. Ini rangkumannya.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 berdampak pada kenaikan ranking FIFA. Media Vietnam pun menyoroti hal ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT