Terungkap! Pelajar MAN 3 Padang Diduga Belajar Merakit Bom dari Internet, Polisi Dalami Motif Perundungan
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Kasus ledakan yang terjadi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, mengejutkan dunia pendidikan dan menjadi perhatian aparat penegak hukum.Ā
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB itu mendorong Polda Sumatera Barat bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap asal-usul bahan peledak, motif pelaku, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Peristiwa ini kembali menyoroti ancaman penyalahgunaan informasi di internet. Di tengah mudahnya akses terhadap berbagai konten digital, aparat menemukan indikasi bahwa pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara daring dan memperoleh sebagian material melalui platform belanja online.Ā
Temuan tersebut memperkuat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas digital, khususnya di kalangan remaja.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, keberhasilan aparat mengamankan satu bom rakitan lain yang belum sempat meledak menunjukkan bahwa potensi bahaya dalam kasus ini sangat besar.Ā
Polisi pun masih terus mendalami seluruh keterangan pelaku, memeriksa para saksi, serta melakukan analisis forensik terhadap barang bukti yang ditemukan.
Bom Rakitan Ditemukan Satpam Sekolah, Densus 88 Turun Tangan
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, benda yang diduga sebagai bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah.Ā
Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara.
- Mediahub Polri
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," jelas Kombes Pol. Mayndra.
Dalam penyelidikan awal, polisi kemudian mengamankan seorang pelajar berinisial R (17) yang diduga memiliki barang-barang tersebut.
Menurut Mayndra, identitas orang yang diduga menjadi sasaran aksi pelaku masih berdasarkan pengakuan awal sehingga belum dapat dipastikan.
"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman. Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik," ujarnya.
Load more