Gen Z Mau Kerja di Industri Teknologi Global? Jago AI, dan Kuasai Bahasa Mandarin Bisa Buka Peluang Karier Internasional
- ist
SCUT juga tercatat menempati peringkat 342 dunia dalam QS World University Rankings 2027 dan peringkat 119 Asia dalam QS Asian University Rankings 2026. Peringkat tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan untuk mengenali posisi institusi mitra dalam lanskap pendidikan internasional.
Kuliah di Dua Negara, Mahasiswa Berkesempatan Mendapatkan Dua Gelar
Untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman internasional, BINUS University bersama SCUT menghadirkan program *Joint Degree* Global Business Chinese dengan skema pembelajaran 2+2.
Melalui skema ini, mahasiswa menjalani dua tahun pertama perkuliahan di Indonesia sebelum melanjutkan dua tahun berikutnya di Guangzhou, Tiongkok. Pada tahap awal, mahasiswa membangun fondasi bahasa Mandarin, pemahaman lintas budaya, serta kompetensi bisnis internasional. Pengalaman belajar di Tiongkok kemudian memberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tersebut melalui interaksi langsung dengan lingkungan akademik dan budaya setempat.
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan kedua institusi berkesempatan memperoleh dua gelar akademik, yakni Sarjana Sastra (S.S.) dari BINUS University dan Bachelor of Arts (B.A.) dari South China University of Technology.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif Global Business Chinese mulai angkatan BINUSIAN 2029 yang memenuhi ketentuan. Persyaratan yang disebutkan mencakup penyelesaian empat semester dengan minimal 84 SKS di BINUS University serta kemampuan bahasa Mandarin setara HSK Level 5 sesuai ketentuan SCUT.
Skema tersebut memberikan pengalaman pendidikan lintas negara sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, pengetahuan bisnis, dan adaptasi budaya. Meski demikian, pengalaman internasional dan dua gelar akademik bukan jaminan otomatis untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan global.
Prospek karier tetap dipengaruhi kompetensi individu, kebutuhan industri, pengalaman profesional, serta kemampuan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Perkembangan AI dan ekosistem teknologi Tiongkok tidak hanya menghadirkan kebutuhan terhadap talenta yang memahami teknologi, tetapi juga individu yang mampu menjembatani bahasa, budaya, dan kepentingan bisnis.
Kolaborasi pendidikan lintas negara menjadi salah satu jalur untuk mengenalkan generasi muda pada lingkungan tersebut.
Bagi mahasiswa yang ingin membangun karier internasional, perpaduan keterampilan digital, kemampuan bahasa Mandarin, pemahaman bisnis, dan pengalaman lintas budaya dapat menjadi bekal untuk menjajaki peluang di pasar global. (udn)
Load more