News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Sosial Bisa Memperbesar Polarisasi? Ini Ancaman Perang Kognitif bagi Demokrasi Indonesia

Algoritma media sosial dapat memengaruhi persepsi dan memperbesar polarisasi? Simak tantangan perang kognitif bagi demokrasi Indonesian di tengah derasnya arus
Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:32 WIB
Media Sosial Bisa Memperbesar Polarisasi? Ini Ancaman Perang Kognitif bagi Demokrasi Indonesia
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat tidak hanya menghadapi persoalan memilah berita benar dan salah. Algoritma media sosial turut menentukan konten yang muncul di layar, sementara narasi emosional dapat menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang didukung fakta. 

Akibatnya, dua orang yang menyaksikan peristiwa sama bisa membentuk kesimpulan berbeda karena menerima informasi dari lingkungan digital yang tidak serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi demokrasi ketika perbedaan persepsi berkembang menjadi kecurigaan, polarisasi, hingga permusuhan antarkelompok. Informasi yang berulang kali muncul dapat terasa semakin meyakinkan, meskipun belum tentu memiliki dasar yang kuat. 

Di sisi lain, keresahan masyarakat terhadap persoalan ekonomi dan kebijakan publik tetap merupakan kenyataan yang perlu didengar. Karena itu, membedakan kritik yang sah dari manipulasi informasi menjadi penting agar upaya menjaga ruang digital tidak justru membatasi kebebasan berpendapat.

Persoalan inilah yang dibahas dalam bedah buku "Perang Kognitif: Eskalasi Digital, Demonstrasi, dan Demokrasi Indonesia 2025" karya Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. 

Diskusi tersebut mengulas bagaimana informasi, persepsi, dan mobilisasi masyarakat saling berkaitan, termasuk melalui studi kasus aksi massa sepanjang 2025. Pembahasan ini sekaligus mengangkat pertanyaan mendasar: bagaimana Indonesia menghadapi manipulasi informasi tanpa menjadikan kritik terhadap pemerintah sebagai ancaman?

Perang Kognitif, Ketika Algoritma Memengaruhi Cara Publik Berpikir

Dalam pembahasan bukunya, Agus Bhakti menjelaskan perang kognitif sebagai bentuk persaingan yang menyasar proses berpikir manusia, mulai dari menerima informasi, memahami realitas, hingga menentukan sikap dan tindakan. 

Konsep ini berbeda dari perang siber yang berfokus pada sistem, jaringan, dan infrastruktur digital. Dalam perang kognitif, perhatian diarahkan pada persepsi manusia yang dapat memengaruhi keputusan individu maupun kelompok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perang kognitif tidak hanya menyangkut informasi apa yang diterima seseorang, tetapi juga bagaimana informasi itu memengaruhi cara berpikir, menilai situasi, dan menentukan tindakan.”

Salah satu mekanisme yang dibahas adalah filter bubble, yakni kondisi ketika sistem personalisasi digital cenderung menyajikan informasi sesuai minat atau perilaku pengguna. Sementara itu, echo chamber atau ruang gema terbentuk ketika seseorang lebih banyak berinteraksi dengan pandangan yang menguatkan keyakinannya sendiri. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pekerja Wajib Tahu! Ini 4 Kesalahan saat Cek BSU 2026 yang Bisa Berujung Penipuan

Pekerja Wajib Tahu! Ini 4 Kesalahan saat Cek BSU 2026 yang Bisa Berujung Penipuan

Cek BSU 2026 dengan aman! Kenali empat kesalahan yang bisa memicu penipuan, mulai dari link palsu hingga pencurian NIK dan data pribadi.
Isi Pesan DPR RI di Hari Sumpah Pemuda: Ada Empat RUU Strategis untuk Masa Persidangan II

Isi Pesan DPR RI di Hari Sumpah Pemuda: Ada Empat RUU Strategis untuk Masa Persidangan II

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan pidato kebangsaan dalam rangka memper
Rustian Dicecar KPK Soal Peran Para Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

Rustian Dicecar KPK Soal Peran Para Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian pada Selasa (27/10/2026) kemarin. Pemeriksaan dilakukan berkaitan -
Hasil Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Perkasa, Tekuk Perlawanan Moldova 9-8

Hasil Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Perkasa, Tekuk Perlawanan Moldova 9-8

Timnas Indonesia U-15 melaju ke 16 besar Tier C Piala Dunia U-15 2026 usai menang adu penalti 9-8 atas Moldova setelah imbang 3-3. Berikutnya menantang Panama.
Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia di AFC Jika Persib Menang Atas Melbourne Victory Malam Ini, Bisa Geser Vietnam?

Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia di AFC Jika Persib Menang Atas Melbourne Victory Malam Ini, Bisa Geser Vietnam?

Persib berpeluang menambah poin ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory malam ini. Namun, benarkah Liga Indonesia bisa menyalip Singapura?
Bareskrim Polri Bongkar Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Nilainya Mencapai Rp15 Miliar

Bareskrim Polri Bongkar Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Nilainya Mencapai Rp15 Miliar

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol Suhasto mengatakan sebanyak 1.257 balpres pakaian bekas berhasil diamankan.

Trending

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Menanggapi kabar tersebut, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono belum menjelaskan secara detail mengenai duduk perkara terkait hal tersebut.
Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update daftar pemain Timnas Voli Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk musim 2026-2027. Megawati Hangestri kini bukan satu-satunya, usai Luvi Febrian Nugraga menambah daftar nama pevoli Indonesia yang bermain abroad.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Klub-klub luar negeri yang dibela para pemain Timnas Indonesia kembali beraksi semalam. Jay Idzes akhirnya kembali namun belum mendapatkan menit bermain bersama Sassuolo.
Selengkapnya

Viral