GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Kamis, 14 Mei 2026 - 03:57 WIB
Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati
Sumber :
  • tvOneNews

Semarang, tvOnenews.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng), KH Abdul Ghaffar Rozin menyoroti kasus pencabulan Kiai Ashari terhadap 50 santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati.

Gus Rozin sapaan akrabnya menyampaikan penegasan terkait Ponpes Ndholo Kusumo Pati milik Kiai Ashari. Dari hasil penelusuran, pesantren tersebut bukan bagian dari NU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia membantah Ponpes Ndholo Kusumo merupakan bagian dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Baginya, RMI NU merupakan salah satu lembaga yang dijaga ketat oleh NU.

Gus Rozin bahkan menyebut sosok pelaku kekerasan seksual terhadap para santriwati bukan seorang kiai. PWNU Jateng menelusuri bahwa Kiai Ashari adalah sosok dukun.

"Hasil penelusuran PWNU Jateng diperoleh informasi bahwa sosok Ashari sebenarnya adalah seorang tabib atau dukun," ujar Gus Rozin melalui laman resmi NU Jateng dikutip, Kamis (14/5/2026).

Kenapa Ketua PWNU Jateng Sebut Kiai Ashari Dukun?

Ketua Majelis Masyayikh Abdul Ghaffar Rozin
Ketua Majelis Masyayikh Abdul Ghaffar Rozin
Sumber :
  • Istimewa

Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran tersebut, Ashari tak menunjukkan dirinya sebagai kiai. Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo kerap membuka praktik ritual.

Ia menilai siasat licik yang kerap dilakukan oleh Ashari. AS, nama inisial kiai tersebut menawarkan ritual penyembuhan untuk pasiennya.

"Dan kemudian mendirikan lembaga pendidikan," lanjutnya.

Menyikapi hal ini, ia harus menyampaikan klarifikasi. Sebab, banyak informasi yang merebak terkait sosok Kiai Ashari.

Berdasarkan pemberitaan di media sosial, Ashari sebagai sosok tersangka kasus tindak pelecehan seksual disebut sebagai kiai. Ironisnya, banyak yang mempercayai terkait kepercayaan diri diperlihatkan oleh Ashari.

Ashari selalu merasa percaya diri. Tak ayal, pengasuh Ponpes di Pati tersebut menganggap dirinya kebal hukum dengan dalih mempunyai banyak jaringan klien.

Adapun jaringan klien berdasarkan pengakuan dari Ashari berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, ada yang menyebut klien membuat Ashari kebal hukum diduga dari unsur aparat.

Dampak dari itu membuat Ashari percaya diri. Karena label paham agama, tak sedikit masyarakat rela datang jauh-jauh untuk mendatangi pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo tersebut hanya guna meminta doa hingga mengikuti ritual pengobatan tak masuk akal.

Mewakili PWNU Jateng, Gus Rozin membantah penyebutan tersebut. Bahkan, ia menepis isu bahwa ponpes didirikan Kiai Ashari merupakan bagian dari NU.

Ia meminta kepada publik. Ia berharap agar tidak ada lagi yang menggeneralisasi seluruh pesantren buruk hanya perkara kasus pencabulan terhadap 50 santriwati di Pati.

Soroti Kinerja Aparat Tangani Kasus Kiai Ashari Cabuli Santriwati

Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Pati menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap santriwati
Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Pati menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap santriwati
Sumber :
  • Kolase YouTube FHI Multimedia & X/@neVerAl0nely___

Kemudian, Ketua PWNU Jateng itu menyinggung penanganan kasus kekerasan seksual tersebut. Pasalnya, korban membuat laporan polisi di Kepolisian Resor Pati sejak 18 Juli 2024.

Laporan polisi tersebut atas dasar kasus pencabulan yang dialami oleh santriwati sejak Februari 2020 hingga Januari 2024. Maka dari itu, korban melaporkan Kiai Ashari dengan pendampingan LBH Ansor.

Gus Rozin menyayangkan kasus ini baru viral sejak awal Mei 2026. Kehebohan terjadi setelah ratusan warga melakukan aksi demonstrasi.

Mantan Ketua RMI PBNU itu menyesali kinerja aparat penegak hukum. Menurutnya, aparat sudah lamban alam menangani kasus tersebut, termasuk menangkap pelaku.

"Kami berharap pelaku tindak kekerasan seksual terhadap para peserta didiknya ini dihukum yang seberat-beratnya," pesan dia.

Sebelumnya, polisi menyampaikan santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan Kiai Ashari. Korban terhitung sebanyak 50 orang dan masing-masing dilecehkan di sejumlah lokasi berbeda di lingkungan pesantren tersebut.

Polisi pun resmi menetapkan pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo sebagai tersangka pada Selasa, 28 April 2026. Aparat juga telah menangkap pria berusia 51 tahun itu di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis, 7 Mei 2026.

Dari hasil pemeriksaan terbaru, Kasatreskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian mengungkapkan bahwa, Ashari sudah mengakui perbuatannya.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya, aksi pencabulan tersebut sudah dilakukan kurang lebih sebanyak 11 kali," tukas Dika.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berani Protes Keputusan Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Siswi SMAN 1 Pontianak Dipuji Melanie Subono: Smart Is Cantik

Berani Protes Keputusan Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Siswi SMAN 1 Pontianak Dipuji Melanie Subono: Smart Is Cantik

Melanie Subono memuji siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra (Ocha) berani melawan dewan juri final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
KDM Bocorkan Alasan Perubahan Pajak Kendaraan Motor menjadi Jalan Berbayar, Gubernur Jawa Barat Pastikan Bermanfaat untuk Warga

KDM Bocorkan Alasan Perubahan Pajak Kendaraan Motor menjadi Jalan Berbayar, Gubernur Jawa Barat Pastikan Bermanfaat untuk Warga

Baru-baru ini Dedi Mulyadi menyampaikan rencana adanya perubahan aturan pajak kendaraan bermotor menjadi jalan berbayar. Ternyata ini alasannya
Trend Terpopuler: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Curhat di Media Sosial, hingga Kiai Ashar Panggil Dua Wanita Satu Malam

Trend Terpopuler: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Curhat di Media Sosial, hingga Kiai Ashar Panggil Dua Wanita Satu Malam

Curhatan MC Lomba Cerdas Cermat MPR, Shindy Lutfiana jadi perhatian netizen. Korban pencabulan oknum kiai sebut Ashari panggil dua wanita dalam satu malam.
News Terpopuler: Permintaan DPR untuk Mengulang Final Lomba Cerdas Cermat MPR, hingga Juri dan Digugat ke PN Jakpus

News Terpopuler: Permintaan DPR untuk Mengulang Final Lomba Cerdas Cermat MPR, hingga Juri dan Digugat ke PN Jakpus

Permintaan DPR RI mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dewan juri dan MC digugat ke PN Jakarta Pusat
KPR Tenor 40 Tahun Bukan Lagi Wacana, Menteri PKP Maruarar Sirait: Pada Waktunya Kita Umumkan

KPR Tenor 40 Tahun Bukan Lagi Wacana, Menteri PKP Maruarar Sirait: Pada Waktunya Kita Umumkan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah merancang aturan matang terkait skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan masa tenor hingga 40 tahun.
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT