Ketika Ketinggalan Rakaat Shalat Ied, Haruskah Menambah Takbir Sendiri? Begini Penjelasan Buya Yahya
- Antara
"Takbir sekali, Allahu Akbar. Selebihnya adalah sunnah," tegas Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al-Bahjah itu mencontohkan jika ada yang ketinggalan beberapa takbir di rakaat pertama maupun kedua. Apabila mendapat kesempatan membaca takbir satu kali, maka hukumnya tetap sah.
"Karena itu sunnah, kalau Anda ketinggalan dari imam, misalnya imam sudah takbir yang ke berapa, kemudian Anda 'Allahu Akbar' eh imam diam karena sudah selesai takbir yang banyak tadi, maka Anda tidak perlu menambah lagi," terangnya.
Buya Yahya membandingkan fenomena ketinggalan rakaat shalat Ied dengan shalat jenazah. Pasalnya, dua ibadah ini sama-sama memiliki jumlah takbir yang banyak.
Ia menyebut perbedaannya mengacu pada getaran takbir. Untuk shalat jenazah, jumlah takbir harus bergetar sebanyak empat kali.
Lantas, bagaimana sikap makmum saat ketinggalan beberapa takbir yang sudah digetarkan imam? Buya Yahya menegaskan bahwa, makmum harus menambah takbir yang tertinggal agar mencapai empat kali.
"Tapi kalau takbir dalam shalat hari raya, yang wajib hanya satu, yang pertama. Selebihnya adalah sunnah," lanjutnya.
Namun terkadang sebagian umat Muslim ragu untuk bergabung shaf pelaksanaan shalat Ied. Contoh penyebab utamanya akibat kesiangan sehingga mereka yang sudah merasa ketinggalan lebih pilih mengerjakan di rumah.
Buya Yahya memahami hal tersebut. Ia mencontohkan fenomena ini sering terjadi dialami oleh perempuan yang berhalangan pergi ke masjid untuk mengikuti shalat Ied.
Menurut Buya Yahya, akibat ketinggalan jumlah rakaat maupun kesiangan, tentu hukum mengerjakan shalat Ied di rumah masih sah dalam agama Islam.
"Kalau shalat sendiri di rumah, ya tanpa khutbah. Shalat dua rakaat saja sudah sah," terangnya.
Meski begitu, Buya Yahya lebih menyarankan agar tetap datang ke masjid. Walau tidak bisa mengikuti atau ketinggalan shalat, setidaknya bisa menyaksikan syiar keistimewaan Hari Raya Idul Fitri.
"Tidak usah shalat, sebagai syiar saja untuk menyemarakkan. Ramaikanlah gebyar kegembiraan umat Nabi Muhammad SAW," pesannya.
(hap)
Load more